Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Mark Ruffalo Kecam Hakim AS yang Restui Merger Paramount-Warner Rp1.800 Triliun

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 18.05 WIB
mark_ruffalo_kecam_hakim_as_yang_restui_merger_paramountwarner_rp1800_triliun_

Mark Ruffalo. (Foto: FoxNews.Com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (1/10/2026 - Mark Ruffalo semakin gencar mengkritik akuisisi raksasa senilai 111 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp1.800 triliun antara Paramount dan Warner Bros. Discovery setelah hakim distrik AS Araceli Martínez-Olguín merestui kesepakatan damai gugatan antimonopoli tersebut.

Bintang Marvel Cinematic Universe itu menilai putusan pada Rabu (30/9/2026) waktu setempat tersebut sebagai langkah kelam yang mengancam kebebasan berpendapat hingga nasib ribuan pekerja media.

Pemeran Hulk sekaligus peraih dua Piala Emmy itu menegaskan kekecewaannya atas keputusan hukum yang memuluskan jalan bagi perusahaan pimpinan David Ellison tersebut.

Melalui pernyataan resmi seperti diberitakan Deadline, Mark Ruffalo secara terbuka mengecam hasil akhir dari gugatan yang diajukan 12 jaksa agung negara bagian.

"Merger ini akan membendung kreativitas, melemahkan kebebasan berbicara, dan mengorbankan pekerjaan orang-orang. Ini adalah kesepakatan buruk bagi negara ini dan tidak seharusnya disetujui," ujar Ruffalo menyusul keputusan hakim.

Melalui unggahan di media sosial yang mengutip kabar persetujuan tersebut, Ruffalo menyerukan bahwa gerakan penolakan publik belum berakhir meski proses hukum telah disepakati.

"Gerakan akar rumput ini tidak akan pudar begitu saja, begitu pula tekad kami," tuturnya.

"Ini tidak pernah sekadar tentang satu merger. Ini tentang melawan miliarder oligarki korup yang menginjak-injak kepentingan orang biasa demi memperkaya diri mereka sendiri. Kami masih ada dalam pertarungan itu. Bergabunglah bersama kami," tegasnya.

Sikap kritis Ruffalo terhadap konsolidasi bisnis media sejatinya telah disuarakan sejak lama. Ia menyoroti risiko besar dari pemusatan kontrol satu keluarga atas jaringan media divisi besar, seperti CNN, HBO, dan Warner Bros.

Terlebih, transaksi ini melibatkan investasi dana asing yang dinilainya kurang transparan dalam menjamin independensi editorial, di samping menyinggung kedekatan keluarga Ellison dengan politik kekuasaan.

Sikap berani ini bahkan sempat membuat Ruffalo terlibat perdebatan sengit mengenai dampak merger tersebut dengan Gubernur California Gavin Newsom di sela gelaran Primetime Emmy Awards pada pertengahan September lalu.

Proses perampungan merger raksasa ini diperkirakan tuntas pada 8 Oktober, walau Variety memperkirakan selesai pada 6 Oktober.

Namun, entitas gabungan baru tersebut dipastikan dibayangi beban utang luar biasa yang menembus lebih dari 80 miliar dolar AS.

Kondisi finansial ini memicu kekhawatiran terkait potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) demi pemangkasan biaya dan eliminasi posisi yang tumpang tindih.

Laporan resmi Departemen Peluang Ekonomi L.A. County mencatat sekitar 2.495 pekerjaan di Los Angeles dan hampir 6.000 posisi secara global terancam hilang.

Namun, pihak manajemen Paramount bergeming dan tetap mengklaim bahwa penggabungan ini justru berorientasi pada pembukaan lapangan kerja baru.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN