Gara-gara Mirip Nama, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix

Band metal Amerika Serikat menggugat Netflix dan AEG Presents dengan dugaan pelanggaran merek dagang terkait film animasi KPop Demon Hunters. (Foto: dok.Netflix via IMDb/CNN)
Jakarta, MISTAR.ID (23/8/2026) – Band metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, menggugat Netflix atas dugaan pelanggaran merek dagang. Gugatan ini terkait film animasi populer Netflix berjudul KPop Demon Hunters.
Perusahaan yang menaungi band tersebut, Hyde Lane, mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap Netflix dan AEG Presents pada 18 Agustus 2026.
Hyde Lane menuding kedua perusahaan itu telah melanggar merek dagang dan berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.
AEG Presents merupakan promotor konser yang menangani tur pertunjukan langsung bertema KPop Demon Hunters. Tur tersebut rencananya digelar pada 2027.
Band heavy metal Demon Hunter dibentuk di Seattle pada 2000 oleh kakak beradik Don dan Ryan Clark.
Musik mereka memadukan metalcore yang agresif dan alternative metal dengan lirik bertema spiritual.
Band ini telah mendaftarkan merek dagang "Demon Hunter" untuk layanan hiburan langsung sejak 2014.
Pada 2022, mereka juga mengajukan perlindungan merek dagang untuk rekaman musik dan merchandise.
Menurut pihak band, kekacauan mulai terjadi setelah pengumuman tur konser KPop Demon Hunters dirilis.
Demon Hunter mengaku menerima permintaan pengembalian dana dari seorang orang tua. Orang tersebut mengaku salah membeli tiket konser band mereka karena mengira itu adalah pertunjukan KPop Demon Hunters.
Bahkan, mereka juga dihubungi produser acara Inside Edition yang hendak mewawancarai penulis lagu film garapan Netflix tersebut.
Merasa karier mereka terancam, band yang dijadwalkan tur ke Amerika Serikat pada Oktober mendatang ini akhirnya membawa kasus ini ke jalur hukum.
Dalam gugatannya, Demon Hunter meminta hakim melarang penggunaan nama KPop Demon Hunters untuk produk musik, merchandise, maupun promosi konser.
Mereka juga menuntut ganti rugi yang nilainya akan ditentukan di persidangan.KPop Demon Hunters merupakan film animasi yang tayang perdana di Netflix pada Juni 2025.
Film ini mengisahkan grup K-pop yang diam-diam memburu iblis. Animasi ini meledak dan menjadi film paling banyak ditonton dalam sejarah Netflix.
Film ini juga meraih dua piala Oscar untuk kategori Film Animasi Terbaik dan Lagu Terbaik. Sukses besar itulah yang membuat Netflix menggandeng AEG pada Mei lalu untuk membuat tur konser bertema film tersebut.
Menanggapi gugatan ini, Netflix menegaskan klaim dari band asal Seattle itu tidak beralasan. Raksasa hiburan tersebut menyatakan siap menghadapi proses hukum dan akan membela diri secara tegas di pengadilan.
Sementara itu, pengacara Demon Hunter, John Tehranian dari firma hukum One LLP, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait gugatan yang sedang berjalan. (CNN/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Dituding Antisemit, Mark Ruffalo Balik Serang Paramount





















