Webinar Universitas Terbuka: Tips Kelola Keuangan Milenial Jelang Hari Raya

Tangkapan layar saat Yolan sedang memaparkan tentang pentingnya literasi keuangan (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kemudahan transaksi digital, belanja daring, hingga penggunaan fitur paylater dinilai dapat mendorong perilaku konsumtif jika tidak diimbangi kemampuan mengelola keuangan dengan baik.
Kondisi ini menjadi perhatian dalam webinar bertajuk ‘Mempersiapkan Raya Bersama Bank Raya: Manajemen Finansial ala Anak Milenial’ yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka.
Akademisi sekaligus praktisi manajemen, Jholant Bringg Luck Amelia Sinaga, menjadi salah satu narasumber dan membahas tantangan generasi milenial dan digital dalam mengelola keuangan di era serba instan.
Ia menjelaskan bahwa banyak orang bekerja keras untuk memperoleh penghasilan, namun belum tentu memiliki kemampuan yang baik dalam mengatur keuangannya.
“Ketika penghasilan meningkat, sering kali gaya hidup juga ikut meningkat. Inilah yang disebut lifestyle inflation,” tuturnya, Jumat (13/3/2026).
Dalam pemaparannya, peserta yang merupakan mahasiswa dan masyarakat umum diperkenalkan pada prinsip sederhana pengelolaan keuangan, yakni menjadikan tabungan sebagai prioritas utama.
Dosen yang akrab disapa Yolan itu menekankan pentingnya mengubah cara pandang dari konsep ‘penghasilan dikurangi pengeluaran sama dengan tabungan’ menjadi ‘penghasilan dikurangi tabungan sama dengan pengeluaran’.
Selain itu, ia menjelaskan konsep pengelolaan keuangan 50:30:20, di mana 50 persen pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan, 30 persen untuk gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan maupun investasi.
Ia juga menyoroti peran teknologi finansial dalam membantu generasi muda mengelola keuangan secara lebih disiplin. Kehadiran bank digital seperti Bank Raya Indonesia Tbk memudahkan pengguna memantau arus keuangan, memisahkan tabungan berdasarkan tujuan, hingga mengatur keuangan secara praktis melalui aplikasi.
Di akhir sesi, Yolan menekankan pentingnya membangun kebiasaan finansial sehat sejak dini, mulai dari mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyiapkan dana darurat, hingga mulai berinvestasi secara bertahap.
“Bukan soal seberapa besar penghasilan kita, tetapi seberapa bijak kita mengelolanya,” tuturnya.
Ia menegaskan literasi keuangan menjadi keterampilan penting bagi generasi muda di tengah kemudahan transaksi digital. “Maka dari itu, kita ingin masyarakat paham bagaimana meningkatkan literasi keuangan sekaligus mempersiapkan kondisi finansial yang lebih sehat menjelang hari raya,” ucap Yolan. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























