Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Utang Luar Negeri Indonesia Januari 2026 Capai 434,7 Miliar Dolar AS

Mistar.idSenin, 16 Maret 2026 15.14
AN
utang_luar_negeri_indonesia_januari_2026_capai_4347_miliar_dolar_as

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 tetap terjaga di angka 434,7 miliar dolar AS atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebesar 1,8 persen (yoy).

“Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Melansir dari Antara, BI mencatat utang luar negeri pemerintah pada Januari 2026 mencapai 216,3 miliar dolar AS atau tumbuh 5,6 persen secara tahunan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 yang sebesar 5,5 persen (yoy).

Menurut Ramdan, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung pelaksanaan program dan proyek pemerintah serta aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

Kondisi itu juga mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), utang luar negeri pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas guna menjaga keberlanjutan fiskal dan memperkuat perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah antara lain dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22 persen, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 20,3 persen, jasa pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,6 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,5 persen.

Posisi ULN pemerintah juga didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98 persen dari total utang luar negeri pemerintah.

Di sisi lain, utang luar negeri swasta mengalami penurunan dari 194,0 miliar dolar AS pada Desember 2025 menjadi 193,0 miliar dolar AS pada Januari 2026. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,2 persen (yoy).

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh utang luar negeri perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian dengan pangsa mencapai 80,1 persen dari total ULN swasta.

ULN swasta juga masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,2 persen dari total utang luar negeri swasta.

Ramdan memastikan struktur utang luar negeri Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurun menjadi 29,6 persen pada Januari 2026 dari sebelumnya 29,9 persen pada Desember 2025.

Selain itu, komposisi utang luar negeri Indonesia juga didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,6 persen dari total ULN. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN