Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Stok Aman, Harga Minyakita di Pasar Petisah Tetap di Atas HET

Mistar.idKamis, 19 Februari 2026 14.17
AN
AA
stok_aman_harga_minyakita_di_pasar_petisah_tetap_di_atas_het

Salah satu toko di Pasar Petisah, Kota Medan yang menjual Minyakita. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Meski stok minyak goreng subsidi Minyakita di Pasar Petisah, Kota Medan, terpantau aman dan mudah didapat, harga jual di tingkat pengecer hingga kini masih bertahan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Amatan di lapangan, Kamis (19/2/2026), harga di tingkat pengecer terpantau masih berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter, padahal HET pemerintah Rp15.700 per liter.

Salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Lazio, mengungkapkan saat ini menjual Minyakita di harga Rp16.000 per liter. Menurutnya, fluktuasi harga sangat bergantung pada rantai distribusi tempat pedagang mengambil pasokan.

"Harga Minyakita masih kisaran normal dan stok juga mudah didapat. Namun, harga naik itu bisa disebabkan karena kita mengambil dari agen, bukan dari produsen langsung. Saya pernah jual di Rp17.000 per liter karena modal ambil dari agen sudah Rp201.000 per kotak," kata Lazio.

Lazio juga menyampaikan harga jual Rp16.000 per liter tersebut adalah hasil pembulatan dari HET, yaitu Rp15.700 per liter.

"Agak sulit kalau kita tetap jual di harga Rp15.700 per liter, kembalian Rp300 susah didapat. Makanya saya bulatkan jadi Rp16.000 per liter," ujarnya.

Selain Minyakita, Lazio menyebutkan harga minyak goreng kemasan bermerek lainnya seperti Bimoli dan Sunco masih stabil di angka Rp24.000 per liter.

Kondisi berbeda ditemukan pada lapak pedagang lain, Ira, yang menjual Minyakita dengan harga lebih tinggi, yakni Rp18.000 per liter. Ia mengaku harga modal yang didapat dari pihak penyalur memaksa dirinya menaikkan harga jual ke konsumen agar tidak merugi.

"Saya jual Minyakita Rp18.000 per liter. Ambilnya seharga Rp195.000 per kotak isi 12 liter. Karena modalnya sudah tinggi, saya biasanya cuma ambil sedikit-sedikit saja untuk stok," ucap Ira.

Fenomena ini mengonfirmasi temuan KPPU sebelumnya rantai pasok yang panjang dan ketergantungan pengecer pada agen atau distributor tertentu menjadi pemicu utama sulitnya menekan harga Minyakita sesuai ketetapan pemerintah. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN