Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Soal Bantuan Hari Raya Ojol, Menaker Tunggu Izin Presiden

Mistar.idJumat, 27 Februari 2026 pukul 21.22 WIB
soal_bantuan_hari_raya_ojol_menaker_tunggu_izin_presiden

Menaker Yassierli. (foto: dok Kemnaker/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengaku harus berkonsultasi dengan Presiden Prabowo Subianto terlebih dahulu sebelum memutuskan Bantuan Hari Raya (BHR) untuk driver ojek online (Ojol).

Yassierli mengatakan, pihaknya mungkin baru bisa menghadap Prabowo bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin atau Selasa pekan depan.

“Terkait dengan THR, BHR, tentu saya dan Pak Menko kita harus konsultasi dulu dengan Pak Presiden ya,” kata Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Adapun Prabowo diketahui baru saja pulang ke tanah air setelah melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS), Yordania, dan Uni Emirat Arab.

Yassierli mengatakan, dalam pertemuan itu pihaknya bakal melaporkan hasil pertemuan dengan pengusaha platform angkutan digital atau aplikator ke presiden.

“Jadi kita terus menyamakan persepsi dan kita ingin memastikan bahwa memang BHR tahun ini itu lebih baik dan penerima manfaatnya juga lebih luas,” tutur Yassierli.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, berdasarkan pertemuan dengan para aplikator, para pengusaha itu menyatakan komitmen akan memberikan BHR lebih besar dari tahun lalu.

Meski demikian, ia enggan menyebutkan berapa besar kenaikan BHR itu karena pada akhirnya bergantung keputusan masing-masing aplikator. Menurutnya, semua pihak harus memahami fleksibilitas bisnis platform angkutan digital bergantung pada produktivitas para driver ojol.

“Orang yang memang full dengan orang yang part-time tentu harusnya berbeda. Karena kan ini model bisnisnya beda dengan pekerja biasa,” tutur Yassierli.

Diketahui, pada Lebaran tahun lalu Prabowo meminta perusahaan layanan angkutan membayarkan bonus hari raya dalam bentuk tunai. Bonus diberikan berdasarkan tingkat produktivitas driver ojol maupun kurir online.

Saat itu, terdapat 250.000 driver ojol dan kurir online aktif dan 1 juta sampai 1,5 juta lainnya yang berstatus part time. "(Bonus Hari Raya) Dalam bentuk uang tunai dengan mempertimbangkan keaktifan kerja," ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2025).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN