Monday, October 12, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Serangan di Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan, Harga Minyak Dunia Menguat

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 09.35 WIB
serangan_di_timur_tengah_picu_kekhawatiran_pasokan_harga_minyak_dunia_menguat

Ilustrasi harga minyak. (Foto: Liputan6)

news_banner

Singapura, MISTAR.ID – Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada awal perdagangan Senin (12/10/2026).

Kenaikan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi setelah serangan kembali terjadi di Arab Saudi dan sebuah kapal tanker diserang di dekat Selat Hormuz.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah Brent untuk kontrak penyelesaian Desember naik 0,3 persen menjadi USD105,06 per barel pada pukul 06.08 waktu Singapura. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November menguat 0,4 persen menjadi USD92,21 per barel.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali diserang kelompok Houthi yang didukung Iran pada Minggu (11/10/2026).

Serangan tersebut terjadi sehari setelah insiden sebelumnya menewaskan 12 orang.

Pada hari yang sama, sebuah drone dilaporkan menabrak kapal tanker yang sedang berlabuh di dekat Sohar, lepas pantai Oman, di luar kawasan Selat Hormuz. Informasi tersebut disampaikan Operasi Perdagangan Maritim Inggris.

Kedua insiden tersebut menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah dan memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak melalui jalur pelayaran strategis tersebut.

Sepanjang tahun ini, harga minyak sebagai tolok ukur global telah melonjak lebih dari 70 persen seiring perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berlangsung tanpa tanda-tanda penyelesaian.

Meski produsen minyak utama Timur Tengah telah berhasil memulihkan ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz hingga mendekati tingkat sebelum konflik, meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dan ketegangan regional berpotensi kembali mengganggu arus pasokan.

Pasokan Energi Global Dibayangi Konflik dan Badai

Di tengah ketegangan Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terpisah menyampaikan Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata di sektor energi yang segera berlaku.

Sebelumnya, serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah mengganggu kapasitas pengolahan minyak negara tersebut dan ikut memperketat pasokan solar global.

Pada akhir pekan lalu, Trump mengatakan dirinya bekerja sama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mendorong pelepasan pasokan solar Rusia ke pasar.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga mencermati dampak Badai Isaias yang menyebabkan pemadaman listrik di tiga negara bagian Amerika Serikat dan menewaskan sedikitnya empat orang.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, Departemen Energi AS menyatakan telah menyetujui penyaluran darurat hingga 4 juta barel minyak mentah dari cadangan strategis. (Bloomberg)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN