Sunday, October 11, 2026
home_banner_first
EKONOMI

KAI Ungkap Lonjakan Pelanggan Stasiun Rantauprapat, Tertinggi pada Maret 2026

Mistar.idMinggu, 11 Oktober 2026 pukul 15.10 WIB
kai_ungkap_lonjakan_pelanggan_stasiun_rantauprapat_tertinggi_pada_maret_2026

Potret Stasiun Rantauprapat di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. (Foto: PT KAI Divre I Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (11/10/2026) — Sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah pelanggan Stasiun Rantauprapat di Kabupaten Labuhanbatu, yang berada di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, meningkat 12 persen menjadi 389.881 orang.

Pada periode yang sama tahun 2025, stasiun tersebut mencatat 349.263 pelanggan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan pentingnya layanan kereta api di Rantauprapat dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.

Menurut Anwar, kemudahan akses dari dan menuju suatu daerah dapat berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Keterhubungan merupakan salah satu aspek penting untuk mendukung aktivitas masyarakat. Melalui layanan kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota lain yang saling terhubung, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk berbagai keperluan dengan lebih terencana,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api juga mendorong Stasiun Rantauprapat mencatat rekor jumlah pelanggan bulanan. Sebelumnya, angka tertinggi di stasiun tersebut tercatat pada April 2025 dengan total 48.252 pelanggan.

Rekor tersebut kemudian terlampaui pada Maret 2026, dengan jumlah pelanggan yang naik dan turun mencapai 55.561 orang.

Anwar menyampaikan bahwa capaian tersebut terjadi bertepatan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Stasiun yang telah beroperasi sejak 1937 ini awalnya berada di ketinggian 27 meter di atas permukaan laut. Pada masa awal operasinya, stasiun tersebut difungsikan untuk mendistribusikan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit menuju Pelabuhan Belawan.

“Setelah perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) diambil alih oleh pemerintah Indonesia, fungsi stasiun berubah menjadi angkutan penumpang antarkota,” ucapnya.

Untuk mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat, Stasiun Rantauprapat setiap hari mengoperasikan enam perjalanan KA Sribilah Utama.

Sebagai antisipasi terhadap peningkatan permintaan selama libur panjang nasional dan keagamaan, KAI juga menyiagakan perjalanan tambahan menggunakan KA Sribilah Fakultatif dengan relasi Medan–Rantauprapat pulang-pergi (PP).

“Pertumbuhan kebutuhan masyarakat harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan. Kami terus berupaya memastikan perjalanan kereta api berjalan sesuai SOP, didukung kesiapan sarana, prasarana, dan petugas dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN