Thursday, July 2, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Saham BRPT Milik Prajogo Pangestu Melonjak 14,86 Persen usai Bertahan di Indeks MSCI

Mistar.idRabu, 13 Mei 2026 pukul 18.39 WIB
saham_brpt_milik_prajogo_pangestu_melonjak_1486_persen_usai_bertahan_di_indeks_msci

Gedung PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (Foto: Istimewa)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) milik konglomerat Prajogo Pangestu melonjak tajam sebesar 14,86 persen pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026).

Saham BRPT ditutup di level Rp2.280 per saham setelah sebelumnya mengalami tekanan dan bergerak di zona merah sepanjang periode 6 hingga 11 Mei 2026.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 678,95 juta saham BRPT diperdagangkan dengan frekuensi transaksi mencapai 96.822 kali. Nilai transaksi tercatat menyentuh Rp1,46 triliun.

Investor asing juga tercatat melakukan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp34,55 miliar pada saham BRPT.

Penguatan saham ini terjadi di tengah pengumuman hasil tinjauan indeks ekuitas oleh MSCI Inc untuk periode Mei 2026.

Dalam hasil review tersebut, BRPT dipastikan tetap bertahan di MSCI Global Standard Index meskipun sejumlah saham besar asal Indonesia dikeluarkan dari indeks tersebut.

Enam emiten yang dicoret dari MSCI Global Standard Index meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga keluar dari indeks utama MSCI. Namun, saham AMRT tetap masuk dalam MSCI Small Cap Index.

Kondisi tersebut membuat saham BRPT menjadi salah satu emiten yang mendapat perhatian pasar karena mampu bertahan dalam indeks global di tengah aksi rebalancing MSCI.

Perusahaan sekuritas Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham BRPT sebagai salah satu pilihan perdagangan untuk Rabu (13/5/2026).

Menurut analisis Phintraco, pergerakan saham BRPT saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi dengan potensi penguatan lanjutan.

Broker tersebut menetapkan target harga trading buy di level Rp2.400 dengan area sell on strength pada posisi Rp2.480. Sementara level stoploss direkomendasikan apabila harga turun di bawah Rp2.000 per saham.

Adapun implementasi perubahan indeks MSCI dijadwalkan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN