Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Rupiah Mulai Menguat Terhadap Dolar AS, Rp17.100 Hari Ini

Mistar.idRabu, 15 April 2026 pukul 11.54 WIB
rupiah_mulai_menguat_terhadap_dolar_as_rp17100_hari_ini

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Foto: Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Nilai tukar rupiah mulai menguat terhadap dolar Amerika Serikat hari ini, Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp17.100 per dolar AS atau menguat sekitar 0,06%.

Pergerakan ini berbalik arah dibanding penutupan sebelumnya yang masih melemah tipis 0,09% di posisi Rp17.110 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat relatif stabil di level 98,125 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, indeks ini sempat turun 0,25%, menandakan tekanan terhadap dolar masih berlanjut.

Penguatan rupiah diperkirakan masih sangat dipengaruhi faktor eksternal, terutama tren pelemahan dolar AS. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang lain, termasuk rupiah, untuk bergerak naik.

Dolar AS sendiri kini berada di dekat titik terendah dalam sekitar enam pekan terakhir. Pelemahan ini dipicu sentimen positif pasar menyusul peluang dibukanya kembali perundingan antara AS dan Iran, yang mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Optimisme tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik berpotensi dilanjutkan di Pakistan dalam waktu dekat. Sebelumnya, negosiasi sempat menemui jalan buntu dan memicu langkah blokade terhadap pelabuhan Iran.

Di sisi lain, situasi geopolitik masih membayangi pasar. Penutupan Selat Hormuz sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah pada 28 Februari 2026, sempat memicu lonjakan harga energi dan menekan sentimen global.

Selain faktor eksternal, penguatan rupiah juga ditopang pandangan positif terhadap fundamental ekonomi domestik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia tetap mendapat kepercayaan dari pelaku pasar global dan lembaga internasional.

Salah satunya tercermin dari proyeksi Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2026 dan 2027, meningkat dibanding realisasi 5,1% pada 2025. Proyeksi ini tertuang dalam laporan Asian Development Outlook edisi April 2026. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN