Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pasokan BOKAR ke Pabrik Pengolahan di Sumatera Turun Drastis Pascabanjir

Mistar.idSelasa, 9 Desember 2025 09.29
AN
pasokan_bokar_ke_pabrik_pengolahan_di_sumatera_turun_drastis_pascabanjir

Ilustrasi. (Foto: Antara)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra karet di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan penurunan signifikan pasokan Bahan Olah Karet Rakyat (BOKAR) ke pabrik-pabrik pengolahan.

Penurunan ini bukan disebabkan oleh gangguan pada fasilitas pabrik, melainkan terputusnya rantai pasok akibat kerusakan infrastruktur serta kondisi cuaca yang belum sepenuhnya pulih.

"Di Aceh, pasokan BOKAR dari Aceh Timur, Aceh Utara, dan Lhokseumawe masih terhambat. Kerusakan jembatan di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen membuat akses utama menuju pabrik belum dapat dilalui. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan bahan baku dari daerah-daerah tersebut masih terisolasi, " Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah dalam keterangannya, Senin (8/12/2025).

Situasi serupa terjadi di Sumatera Utara, di mana distribusi terganggu akibat kerusakan sejumlah ruas jalan di kawasan sentra produksi Tapanuli. Pasokan dari Kepulauan Nias juga belum optimal karena cuaca laut yang buruk membuat angkutan kapal dari Nias menuju Sibolga belum beroperasi normal.

Di Sumatera Barat, pasokan ke pabrik pengolahan karet turut menurun karena sebagian bahan baku berasal dari Sumatera Utara dan pulau-pulau sekitar Riau. Distribusi dari wilayah tersebut masih terkendala akibat cuaca buruk yang membatasi aktivitas pelayaran dan kapal belum dapat berlabuh secara normal.

Secara keseluruhan, pabrik-pabrik pengolahan karet di tiga provinsi tersebut mengalami penurunan pasokan BOKAR hingga sekitar 50 persen dibanding kondisi normal. Selain kerusakan akses jalan, mobilitas truk ekspedisi juga terbatas, diperburuk oleh kendala ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah.

Pelaku industri berharap percepatan pemulihan infrastruktur, normalisasi distribusi BBM, serta pemulihan transportasi darat dan laut, sehingga rantai pasok BOKAR dapat kembali berjalan normal dan aktivitas industri karet tidak semakin terganggu. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN