Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pascalibur Lebaran, Harga Komoditas Pangan di Medan Mulai Normal

Mistar.idSenin, 30 Maret 2026 pukul 13.41 WIB
pascalibur_lebaran_harga_komoditas_pangan_di_medan_mulai_normal

Pedagang bahan pokok di Pasar Sei Sikambing. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Memasuki hari pertama masuk sekolah dan kerja pascalibur-Lebaran, Senin (30/3/2026), harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Medan mulai berangsur normal.

Pantauan di Pasar Sei Sikambing dan Pasar Kampung Lalang menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi, di mana harga cabai merah terus melandai, sementara cabai rawit mulai merangkak naik.

Di Pasar Sei Sikambing, penurunan harga yang cukup signifikan terjadi pada komoditas bawang merah dan cabai merah.

Raudah, salah seorang pedagang di pasar tersebut, menjelaskan bahwa harga bawang merah kini dibanderol Rp32.000 per kilogram (kg), turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp34.000 hingga Rp36.000, tergantung kualitasnya.

"Untuk cabai merah juga turun sekarang Rp21.000 per kg, sebelumnya masih Rp24.000 sampai Rp25.000. Memang di pasar ini ada yang jual paling mahal Rp26.000, tapi saya tidak jual di harga segitu," kata Raudah.

Ia menambahkan bahwa harga bawang putih masih terpantau stabil di angka Rp32.000, namun cabai rawit justru mengalami kenaikan menjadi Rp30.000 per kg dari harga sebelumnya yang hanya Rp24.000.

Kondisi yang sedikit berbeda terpantau di Pasar Kampung Lalang, di mana harga kelompok bawang cenderung bertahan di level tinggi.

Ayu, pedagang sayur di pasar tersebut, menyebutkan bahwa harga bawang merah masih stabil di angka Rp36.000 per kg, begitu pula dengan bawang putih yang bertahan di harga Rp32.000 per kg.

"Kalau bawang-bawangan di sini masih stabil tinggi, bawang merah Rp36.000 dan bawang putih Rp32.000. Yang ada pergerakan itu cabai, cabai rawit naik tipis jadi Rp31.000 dari sebelumnya Rp30.000, sedangkan cabai merah justru turun menjadi Rp28.000 dari harga sebelumnya Rp30.000 per kilonya," ucap Ayu.

Para pedagang memperkirakan fluktuasi ini akan terus terjadi seiring dengan penyesuaian pasokan dari daerah produsen setelah masa libur panjang berakhir. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN