Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Modal Tanam Cabai Capai Rp80 Juta per Hektare, Petani Terpaksa Gadaikan Aset

Mistar.idSenin, 24 November 2025 11.07
journalist-avatar-top
HS
modal_tanam_cabai_capai_rp80_juta_per_hektare_petani_terpaksa_gadaikan_aset_

Tanaman cabai petani yang membutuhkan modal besar. (foto: sembiring/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Tingginya biaya produksi tanaman cabai membuat sejumlah petani di Kabupaten Deli Serdang terpaksa mengambil langkah berisiko, termasuk menggadaikan aset berharga demi memperoleh modal tanam.

Kondisi ini banyak dialami petani di Kecamatan Pantai Labu dan Beringin, di mana kebutuhan modal awal dapat menembus lebih dari Rp80 juta per hektare. Sebagian petani bahkan menggadaikan kendaraan pribadi demi memenuhi kebutuhan tersebut.

Supriadi, salah seorang petani cabai di Pantai Labu, mengaku harus menggadaikan mobil Toyota Innova miliknya senilai Rp120 juta agar bisa memulai musim tanam. “Kalau tidak punya lahan sendiri, biaya sewa lahan juga menambah berat modal awal,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Kenaikan harga berbagai input pertanian disebut menjadi faktor utama melonjaknya biaya. Komponen paling besar meliputi benih unggul, pupuk dan pestisida, mulsa plastik, serta ongkos tenaga kerja mulai dari penanaman, perawatan, hingga pemanenan. Bagi petani tanpa lahan, biaya sewa memperburuk tekanan modal, terutama bagi petani kecil.

Supriadi menegaskan budidaya cabai merupakan usaha berisiko tinggi. Curah hujan ekstrem atau musim kering dapat menyebabkan gagal panen, sementara serangan hama dan penyakit mampu menghabiskan modal sebelum hasil dipetik.

“Ancaman gagal panen itu sangat nyata. Kami harus punya modal cadangan kalau tiba-tiba tanaman bermasalah,” katanya.

Meski demikian, potensi keuntungan dari komoditas cabai masih menjadi alasan petani bertahan. Dalam kondisi ideal—cuaca mendukung dan harga pasar stabil—petani dapat meraih keuntungan hingga ratusan juta rupiah per hektare per musim. Beberapa petani bahkan pernah membeli rumah atau kendaraan dari hasil panen yang melimpah.

Namun, di balik peluang tersebut risiko kehilangan aset atau terjebak utang mengintai apabila harga cabai anjlok saat panen raya atau terjadi gagal panen. Situasi ini membuat pinjaman modal maupun gadai aset menjadi pilihan berbahaya bagi petani yang bermodal minim.

Para petani berharap pemerintah hadir memberikan solusi konkret, mulai dari akses pembiayaan yang lebih mudah, subsidi sarana produksi, hingga pelatihan budidaya untuk menekan biaya dan memperkecil risiko kerugian. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN