KAI Divre I Sumut Hemat BBM dan Dukung NZE, Angkut 763 Ribu Penumpang Triwulan I 2026

Masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api. (Foto: KAI Divre I Sumut)
Medan, MISTAR.ID
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) mencatat kinerja positif dalam efisiensi energi sepanjang triwulan I tahun 2026. Dengan daya angkut yang besar, moda transportasi berbasis rel ini membuktikan perannya sebagai solusi mobilitas hemat energi di tengah keterbatasan bahan bakar minyak (BBM).
Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre I Sumut menyerap sebanyak 1.333.637 liter BBM subsidi. Dari total tersebut, perusahaan berhasil melayani 763.694 pelanggan.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa efisiensi penggunaan BBM pada kereta api berdampak langsung pada keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.
“Rata-rata setiap pelanggan hanya menghabiskan sekitar dua liter BBM untuk satu kali perjalanan. Dengan efisiensi tersebut, pelanggan dapat menempuh perjalanan jarak jauh seperti Medan–Pematangsiantar, Medan–Tanjungbalai, hingga Medan–Rantauprapat (pulang pergi),” kata Anwar, Senin (13/4/2026).
Efisiensi ini mencakup seluruh kebutuhan energi operasional, mulai dari lokomotif penggerak hingga mesin pembangkit listrik untuk fasilitas pendingin udara (AC), penerangan, dan pengisian daya di dalam rangkaian kereta.
Sebagai bagian dari transformasi transportasi ramah lingkungan, Anwar menjelaskan bahwa seluruh armada diesel di Divre I Sumut kini telah beralih menggunakan Biosolar B40.
“Seluruh mesin diesel kami menggunakan campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Bahan bakar ini tidak hanya meningkatkan kinerja mesin, tetapi juga menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060,” ujarnya.
Selain lebih rendah emisi, B40 juga bersifat biodegradable atau mudah terurai, sehingga dapat meminimalkan risiko pencemaran tanah dan air di sekitar jalur rel kereta api.
KAI Divre I Sumut juga menegaskan komitmen transparansi dalam pengelolaan energi dengan memisahkan penggunaan BBM berdasarkan peruntukan. BBM subsidi digunakan khusus untuk angkutan penumpang agar tarif tetap terjangkau.
Sementara itu, BBM non-subsidi tercatat digunakan sebanyak 151.188 liter dalam tiga bulan terakhir untuk operasional angkutan barang serta Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR).
“Penerapan Biosolar B40 merupakan komitmen KAI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami memastikan setiap penggunaan BBM subsidi tepat sasaran demi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Sumatera Utara,” ujar Anwar.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER






















