Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

IHSG Berbalik Melemah, Saham Energi Seret Indeks ke Zona Merah

Mistar.idSelasa, 13 Januari 2026 pukul 15.00 WIB
ihsg_berbalik_melemah_saham_energi_seret_indeks_ke_zona_merah

Ilustrasi IHSG. (foto: Antara/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendadak berbalik arah pada perdagangan, Selasa (13/1/2026). Setelah dibuka menguat cukup kuat, indeks justru tergelincir ke zona merah dan memangkas hampir seluruh kenaikan pagi hari.

IHSG mengawali perdagangan dengan naik 59,74 poin atau 0,67% ke level 8.944,46. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Menjelang akhir sesi pertama, indeks mulai melemah dan pada awal sesi kedua turun tajam hingga menyentuh 8.841,02.

Dari level tertinggi ke terendah hari ini, IHSG sempat kehilangan sekitar 115 poin atau 1,28%, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi.

Hingga pukul 13.54 WIB, tercatat 310 saham menguat, 366 saham melemah, dan 126 saham stagnan. Nilai transaksi tergolong ramai, mencapai Rp22,43 triliun dengan volume 45,04 miliar saham dalam 2,73 juta transaksi.

Volatilitas IHSG hari ini melanjutkan pola perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin, indeks juga sempat terkoreksi lebih dari 2% secara intraday. Dalam hitungan menit, hampir 1% penguatan IHSG lenyap, menjadi sinyal kehati-hatian bagi investor.

Tekanan utama datang dari saham-saham konglomerasi, khususnya dari Grup Bakrie dan Grup Barito. Saham BUMI, BRMS, dan DEWA terkoreksi lebih dari 5%, sementara BREN dan BRPT turun lebih dari 2%.

Secara sektoral, infrastruktur dan konsumer non-primer mencatatkan koreksi terdalam. Sebaliknya, sektor konsumer primer dan kesehatan masih mampu menguat.

Saham Barito Renewables Energy (BREN) dan Barito Pacific (BRPT) menjadi pemberat terbesar IHSG pada sesi pertama, masing-masing menyumbang pelemahan 7,4 poin indeks dan 6,88 poin indeks.

Sementara itu, trio saham Grup Bakrie—BUMI, BRMS, dan DEWA—secara kumulatif menekan IHSG hingga 16,2 poin indeks. Dari sisi investor asing, pada sesi pertama tercatat pembelian sebesar Rp5,7 triliun dan penjualan Rp4,4 triliun, sehingga membukukan net buy Rp1,3 triliun.

Analis menilai pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi aksi ambil untung (profit taking) dan sentimen global. Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut tekanan terjadi terutama pada saham energi.

Sementara itu, ekonom Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyoroti pengaruh gejolak geopolitik global terhadap psikologi pasar.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN