16 C
New York
Wednesday, April 17, 2024

Hasil Quick Count Berimbas Nilai Tukar Rupiah Melemah

Jakarta, MISTAR.ID

Nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berakibat kembali ditutup melemah ke Rp 15.670, walaupun gegap gempita hitung cepat atau quick count pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) belum selesai, pada Jumat (16/2/24).

Rupiah berakhir melemah ke Rp 15.622,5 pada Kamis (15/2/24), pasca Pilpres. Di segmen lain, greenback mengalami peningkatan 0,05%.

Melansir data Bloomberg, Rupiah ditutup melemah 19 poin atau 0,12% mengarah tingkatan Rp 15.622,5 per dolar AS. Indeks dolar AS juga melorot sebesar 0,05% ke posisi 104,67.

Baca juga:Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Naik Seiring Hasil Quick Count

Mata uang lain di zona Asia ditutup bervariasi. Misalnya, Yen Jepang menguat 0,29%, Rupee India melemah 0,01%, dan Ringgit Malaysia melonjak 0,11%. Sementara Yuan China menguat 0,04%, won Korea meningkat 0,10% dan Baht Thailand melemah 0,22%.

Diutarakan Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, jika nilai tukar Rupiah pada Jumat (16/2/24) akan bergeser fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 15.600 hingga Rp 15.670.  Menurutnya, beberapa pejabat Fed memperingati inflasi tinggi bakal menghalangi penurunan suku bunga lebih awal.

Sesuai CME Fedwatch, para pelaku pasar terus mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga pada Mei dan Juni. Itu berlangsung di tengah meningkatnya ketidakpastian perihal kapan The Fed akan mulai memangkas suku bunga.

Baca juga:Waspadai Pasar Bergerak Liar, IHSG dan Rupiah Menguat

“Bank Sentral sudah memberi isyarat bakal menurunkan suku bunga tahun ini, namun cuma memberikan sedikit petunjuk mengenai potensi waktu dan skala pemotongan,” sebut Ibrahim dalam riset yang dipublikasikan, pada Kamis (15/2/24).

Menurutnya, data penjualan dan klaim pengangguran AS yang akan rilis, sebagai fokus untuk mengetahui lebih banyak isyarat dari negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini.

Di Indonesia, Ibrahim menyatakan, kemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, versi hitung cepat setelah dapat diprediksi.

Baca juga:Rupiah Dibuka Rp15.618 per Dolar di Awal Pekan

Sebab jauh-jauh hari sebelum pemungutan berlangsung, mayoritas lembaga survei sudah membeberkan tanda-tanda kemenangan Prabowo-Gibran bahkan untuk 1 putaran. Pasangan itu juga didukung mayoritas partai di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Secara de facto paslon ini didukung Jokowi, namun secara de jure alias legal formal, kepala negara selalu menyatakan netralitasnya dalam Pilpres. (bsns/hm16

Related Articles

Latest Articles