Harga Telur Ayam Kampung Naik Tajam di Pasar Pangururan

Situasi Pasar Pangururan, Rabu (3/6/2026). (Foto: Pangihutan/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Awal Juni 2026, harga kebutuhan pokok di Pasar Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, menunjukkan fluktuasi signifikan. Kenaikan paling mencolok terjadi pada telur ayam kampung, sementara penurunan terdalam dialami komoditas tomat.
Berdasarkan data, harga telur ayam kampung naik tajam dari Rp60.000 per kilogram pada 27 Mei 2026 menjadi Rp90.000 per kilogram pada 3 Juni 2026 atau mengalami kenaikan Rp30.000. Selain itu, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, serta beras premium dari Rp15.400 menjadi Rp16.000 per kilogram.
Sebaliknya, harga tomat turun signifikan dari Rp22.000 per kilogram pada 27 Mei 2026 menjadi Rp17.000 per kilogram pada 3 Juni 2026 atau turun Rp5.000. Penurunan juga terjadi pada minyak goreng curah Minyakita dari Rp16.000 menjadi Rp15.700 per liter.
Sementara itu, sejumlah komoditas terpantau stabil dalam dua periode tersebut. Di antaranya udang basah medium tetap Rp110.000 per kilogram, telur ayam ras Rp27.733 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, serta daging ayam broiler Rp43.000 per kilogram. Komoditas ikan seperti ikan tongkol (Rp50.000), ikan kembung (Rp55.000), dan ikan teri pite (Rp90.000) juga tidak mengalami perubahan harga.
Komoditas lainnya seperti beras medium tetap Rp15.000 per kilogram, minyak goreng premium Rp25.000 per liter, bawang putih Rp35.000 per kilogram, serta bawang merah lokal Rp40.000 per kilogram juga terpantau stabil antara 27 Mei hingga 3 Juni 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, mengatakan kenaikan harga telur ayam kampung yang terjadi per 3 Juni 2026 dipicu oleh terbatasnya pasokan dari peternak lokal dibandingkan dengan permintaan pasar yang meningkat.
Ia menjelaskan, kenaikan harga cabai merah keriting dari 27 Mei ke 3 Juni 2026 juga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada hasil panen petani sehingga distribusi ke pasar tidak maksimal.
Sementara itu, penurunan harga tomat pada periode yang sama, menurutnya, disebabkan melimpahnya pasokan dari daerah penghasil yang sedang memasuki masa panen sehingga harga di tingkat pedagang mengalami koreksi.
Elman menambahkan, secara umum harga kebutuhan pokok di Pasar Pangururan masih relatif stabil dan terkendali, meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas tertentu.
Selain itu, kata Elman lagi, Pemkab terus melakukan pemantauan rutin terhadap pergerakan harga antara akhir Mei hingga awal Juni 2026 guna menjaga kestabilan pasokan dan daya beli masyarakat. (hm25)























