Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Minyak Goreng di Atas HET, Pedagang Gorengan di Siantar Mengeluh

Mistar.idKamis, 16 April 2026 14.04
EH
AS
harga_minyak_goreng_di_atas_het_pedagang_gorengan_di_siantar_mengeluh

Pedagang gorengan di Kota Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Harga MinyaKita di Pematangsiantar masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau sekitar Rp20.000 per liter, Kamis (16/4/2026).

Kenaikan harga minyak goreng mempengaruhi pedagang gorengan. Salah satu pedagang, Wini, 34 tahun, mengaku terkejut dengan kenaikan yang diklaimnya sudah tidak masuk akal.

"Sekarang harga minyak goreng, seperti Minyakita sudah Rp20.000 per liter. Ini sudah melebihi HET, jauh sekali perbedaannya. Kami para pedagang gorengan ini bingung, apalagi bahan utama kami adalah minyak goreng," ujarnya kepada Mistar, Kamis (16/4/2026).

Wini menjelaskan bahwa kenaikan ini sangat memberatkan operasional usahanya. Sebagai pedagang kecil, selisih harga beberapa ribu rupiah saja sudah sangat memangkas keuntungan yang tidak seberapa.

Kenaikan harga bahan baku biasanya diikuti dengan penyesuaian harga jual produk. Namun, bagi pedagang gorengan seperti Wini, menaikkan harga bukanlah perkara mudah. Ada kekhawatiran jika pelanggan berkurang saat harga gorengan naik.

"Kalau pun harga gorengan kita naikkan, tidak ada juga yang mau beli. Jadi, ya, pandai-pandai kita yang berjualan ini saat harga minyak lagi melambung tinggi," tuturnya.

Menurut Wini, kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya efek domino terhadap daya beli masyarakat. Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan melakukan operasi pasar atau menindaklanjuti distribusi minyak goreng subsidi agar kembali sesuai dengan HET.

“UMKM di sektor makanan terancam gulung tikar akibat tingginya biaya produksi yang tidak sebanding dengan pendapatan,” katanya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN