Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Jahe Rp20.000 per Kilogram Untungkan Petani di Toba

Mistar.idSabtu, 17 Januari 2026 11.14
journalist-avatar-top
NS
harga_jahe_rp20000_per_kilogram_untungkan_petani_di_toba_

Tanaman jahe milik petani di Kecamatan Uluan. (foto: nimrot/mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Petani jahe yang masuk dalam masa panen di Kecamatan Uluan dan Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba saat ini bisa tersenyum karena harga cukup tinggi yakni Rp20.000 yang semula hanya Rp18.000 per kilogram.

Salah seorang petani jahe di Kecamatan Uluan, Paber Sitorus, mengatakan dengan kondisi ini petani sudah mendapat untung yang lumayan.

"Petani tidak mendapatkan untung jika harga jahe berada di harga Rp18.000 per kilogram, sebab biaya perawatan dalam per rante sekitar Rp6.000.000 mulai dari bibit, pupuk dan perawatan hingga panen," ujar Paber, Sabtu (17/1/2026).

Diterangkannya, untuk menjadi petani jahe tidak gampang. Selain harus memiliki modal yang cukup, juga harus memiliki lahan yang baru dibuka, setidaknya lahan tersebut harus ditelantarkan selama kurang lebih dua tahun sebelum ditanam kembali.

"Jadi lahan yang kita miliki yang baru ditanam dan dipanen, tidak dapat dilakukan penanaman untuk kedua kalinya sebelum ditelantarkan selama dua tahun. Jika kita paksakan hasilnya tidak maksimal sesuai harapan," katanya.

Selain kendala lahan, petani juga mengalami kendala dalam pengadaan bibit.

Menurutnya, andai petani memiliki uang belum tentu ada yang mau menjual bibit, sebab mayoritas petani di Kecamatan Uluan dan Kecamatan Porsea rata-rata melakukan pembibitan sendiri, agar mengetahui secara langsung kualitas bibit yang akan dikembangkan.

"Andai ingin membeli bibit dari orang, kita harus memastikan pertumbuhan jahe tersebut mulai dari tanam hingga panen, agar tidak terjadi kesalahan pembelian bibit yang tidak bagus sehingga mengakibatkan gagal panen," ucapnya.

Menurut dia, untuk satu rante lahan yang akan ditanam jahe membutuhkan bibit sekitar 100 kilogram. Jika tanaman jahe tumbuh dengan baik, bisa menghasilkan panen jahe sekitar 1, 8 ton per rante dan maksimal dua ton.

"Namun untuk saat ini rata-rata petani disini menghasilkan panen jahe sekitar 1,2 ton hingga 1,3 ton saja. Hal tersebut dipengaruhi faktor keuangan, serta kondisi lahan yang berulang ditanam," tuturnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN