Harga Ayam Potong di Toba Masih Tinggi, Sentuh Rp45.000 per Kilogram

Ayam potong yang dijual pedagang di Toba. (foto: nimrot/mistar
Toba, MISTAR.ID
Harga ayam potong di pasar tradisional Kabupaten Toba masih tergolong tinggi sejak awal Januari hingga April 2026. Saat ini, harga jual berkisar di atas Rp45.000 per kilogram.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat termasuk pelaku usaha rumah makan, yang berharap harga bisa turun ke kisaran Rp40.000 per kilogram. Mereka menilai harga di atas angka tersebut cukup membebani keuangan rumah tangga maupun operasional usaha.
Sari, pemilik rumah makan di Porsea, mengaku harga ayam dalam tiga bulan terakhir berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp48.000 per kilogram.
“Sepekan terakhir memang turun sekitar Rp3.000, dari Rp48.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Namun, harga itu masih di atas acuan pemerintah yang diharapkan maksimal Rp40.000,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Baca Juga: Harga Daging Ayam di Medan Masih Tembus Rp40 Ribu per Kilogram, Emak-Emak Terpaksa Kurangi Pembelian
Hal senada disampaikan pedagang di Pasar Laguboti, J Simangunsong. Ia menyebut tingginya harga ayam potong disebabkan keterbatasan stok di Kabupaten Toba.
Menurutnya, sebagian besar pasokan ayam masih didatangkan dari luar daerah, sehingga memengaruhi harga jual di tingkat pasar. “Kalau peternak lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar, harga acuan dari pemerintah kemungkinan bisa diterapkan,” katanya.
Asisten II yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Toba, Jonni Lubis, membenarkan tingginya harga dipicu oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah.
“Tim dari dinas sudah turun langsung ke lapangan untuk menanyakan penyebabnya. Untuk menerapkan harga acuan Rp40.000 per kilogram cukup sulit, karena ada biaya tambahan dalam proses distribusi dari luar daerah,” ucapnya.
BERITA TERPOPULER


















