Harga Andaliman di Toba Naik Jadi Rp180.000, Cabai Keriting Turun

Agus Gultom, pedagang di Pasar Tradisional Laguboti, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/MISTAR)
Toba, MISTAR.ID (19/10/2026) – Harga andaliman di Pasar Tradisional Laguboti, Kabupaten Toba, mengalami kenaikan dari Rp150.000 menjadi Rp180.000 per kilogram. Sebaliknya, harga cabai merah keriting turun dari Rp100.000 menjadi Rp70.000 per kilogram dalam tiga hari terakhir.
Agus Gultom, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Laguboti, mengatakan kenaikan harga andaliman disebabkan sulitnya mendapatkan pasokan dari petani maupun pengepul.
“Kenaikan harga andaliman memang sudah menjadi tradisi setiap akhir tahun. Selain musim trek atau istilah Batak untuk kondisi ketika tanaman tidak banyak menghasilkan buah, cuaca yang tidak stabil saat ini juga membuat petani kesulitan memanen andaliman,” tuturnya, Senin (19/10/2026).
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan harga cabai merah keriting yang justru mengalami penurunan cukup signifikan. Dalam tiga hari terakhir, harganya turun dari Rp100.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
Agus menjelaskan, harga Rp70.000 per kilogram berlaku untuk cabai merah keriting yang telah dipilih berdasarkan kualitasnya. Sementara itu, cabai yang tidak melalui proses pemilihan kualitas dapat dijual dengan harga lebih rendah.
“Kalau pembeli memilih cabai dengan kualitas terbaik, harganya Rp70.000 per kilogram. Namun, jika cabai yang dibeli tidak dipilih terlebih dahulu, saya bisa menjualnya Rp65.000 per kilogram,” ujar Agus.
Menurutnya, penurunan harga cabai merah keriting dipengaruhi melimpahnya stok di tingkat pengepul. Kondisi tersebut membuat pedagang memperoleh pasokan dengan harga lebih murah, meskipun kualitas sebagian cabai sedikit menurun.
Agus juga menduga pengepul sebelumnya menyimpan cabai untuk memenuhi persediaan. Namun, ketika permintaan pasar menurun, stok yang tersedia harus segera dijual agar tidak mengalami kerugian akibat cabai yang mudah membusuk.
“Bisa jadi selama ini pengepul menyimpan cabai untuk memenuhi stok mereka. Ternyata, permintaan pasar menurun. Daripada rugi, mereka akhirnya menurunkan harga kepada kami sebagai pedagang karena cabai merupakan barang yang mudah busuk dan memiliki daya tahan terbatas,” katanya.
PREVIOUS ARTICLE
Harga Ayam Potong di Pematangsiantar Turun Jadi Rp34.000 per KgBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER







































