Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
KULINER

Harga Andaliman Tembus Rp150 Ribu per Kilogram, Pemilik Lapo di Toba Tetap Jaga Cita Rasa

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 19.27 WIB
harga_andaliman_tembus_rp150_ribu_per_kilogram_pemilik_lapo_di_toba_tetap_jaga_cita_rasa

Pedangan kuliner masakan khas Batak di Balige. (Foto:Nimrot/Mistar)

Toba, MISTAR.ID (14/10/2026) – Pedagang atau pemilik lapo masakan khas Batak di Kabupaten Toba tidak mengurangi bumbu masakan kendati harga andaliman sudah melambung tinggi hingga Rp150.000 per kilogram dan cabai merah keriting mencapai Rp100.000 per kilogram.

Pedagang masakan khas Batak di Lapo Zior, Kecamatan Balige, Juan Aritonang, mengatakan bahwa meskipun saat ini mereka dihadapkan pada tingginya harga andaliman dan cabai, bukan berarti cita rasa masakan menjadi berkurang.

“Meskipun harga bumbu masakan naik, kita selalu menjaga cita rasa agar pelanggan tidak kecewa dengan masakan kita. Dalam artian, bumbu harus tetap seimbang saat harga murah maupun mahal,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, sebagai pedagang kuliner khas Batak, fluktuasi harga cabai dan, khususnya, andaliman sudah menjadi risiko. Andaliman merupakan bahan baku yang harus digunakan dalam resep atau bumbu masakan, terlebih pada akhir tahun seperti ini.

“Memang jika dilihat dari segi keuntungan, bisa dikatakan pada akhir tahun seperti ini, mulai Oktober hingga Desember setiap tahunnya, keuntungan sangat jauh berkurang. Tetapi, perlu diingat juga, harga andaliman pada Januari hingga September terbilang murah dan dampaknya, keuntungan cukup lumayan,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakannya, jangan hanya karena naiknya harga bumbu masakan selama tiga bulan pada akhir tahun, sementara selama sembilan bulan harganya cukup stabil, pedagang mengecewakan pelanggan dengan mengurangi takaran bumbu masakan. Menurutnya, hal itu dapat dikatakan sebagai tindakan serakah.

“Pelanggan itu adalah raja bagi saya. Jadi, dalam kondisi apa pun, lidah mereka harus dimanjakan agar mereka (pembeli) tidak berpindah ke lapo (warung makan lain). Lagi pula, kendati harga tinggi, masih tetap ada untung sedikit. Meskipun impas, kita harus menjaga pelanggan sebab selama sembilan bulan kita sudah meraup untung lebih,” tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN