Monday, July 13, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bukan Imbas Blackout tapi Diborong Aceh, Cabai Merah di Medan Naik 100 Persen

Mistar.idSenin, 25 Mei 2026 pukul 19.27 WIB
bukan_imbas_blackout_tapi_diborong_aceh_cabai_merah_di_medan_naik_100_persen

Pedagang komoditas cabai merah segar di salah satu lapak pasar tradisional. (Foto: Amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga komoditas cabai merah di Kota Medan mencatatkan lonjakan drastis pada pembukaan pekan ini, Senin (25/5/2026). Tidak tanggung-tanggung, grafik harganya meroket hingga hampir 100 persen jika dibandingkan dengan posisi harga pada akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di kawasan Pusat Pasar Medan melonjak tajam dari yang sebelumnya Rp36.000 per kg menjadi Rp70.000 per kg pada hari ini.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menegaskan lompatan harga yang mengejutkan ini murni akibat dinamika pasar dan sama sekali tidak berkaitan dengan insiden pemadaman listrik massal (blackout) Sumatera beberapa waktu lalu.

Gunawan menilai telah terjadi anomali sebaran harga pada awal pekan ini. Biasanya, kota-kota di luar Medan yang lokasinya jauh dari pusat logistik hortikultura akan memiliki harga pangan yang jauh lebih mahal. Namun, kondisi kali ini justru berbalik total.

"Kenaikan harga cabai merah yang paling tinggi saat ini hanya terlokalisir di Kota Medan. Sementara di kota-kota lain di Sumatera Utara harganya terpantau masih sangat landai dan jauh lebih rendah," kata Gunawan, Senin (25/5/2026).

Sebagai perbandingan, harga cabai merah di Kota Sibolga saat ini rata-rata hanya Rp37.000 per kg, di Padang Sidempuan sebesar Rp37.500 per kg, dan bahkan di wilayah kepulauan seperti Gunung Sitoli, rata-rata harga cabai merah masih sangat terjangkau di angka Rp42.500 per kg.

Berdasarkan hasil penelusuran riil di tingkat hulu, Gunawan menemukan adanya lonjakan volume permintaan (demand) secara mendadak yang merusak kestabilan harga di tingkat lokal Kota Medan.

"Dari temuan langsung di Pasar Induk Lau Cih Medan, terjadi peningkatan permintaan yang luar biasa secara tiba-tiba. Banyak pedagang besar komoditas pangan dari wilayah luar provinsi, tepatnya dari Langsa dan Kuala Simpang (Aceh), berbondong-bondong melakukan aksi pembelian cabai merah berskala besar di Pasar Induk Medan. Akibat pasokan lokal tersedot ke luar daerah, harga di Medan langsung terkerek naik tinggi," ujarnya.

Aksi borong oleh pedagang asal Aceh ini dipicu oleh persiapan stok menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di wilayah mereka. Selain cabai merah, komoditas cabai rawit hijau di Kota Medan juga ikut terkerek naik menjadi rata-rata Rp41.300 per kg.

Meskipun sempat mengagetkan para ibu rumah tangga pada pagi hari ini, Gunawan memprediksi tren mahal ini tidak akan bertahan lama dan diproyeksikan segera melandai dalam beberapa hari ke depan.

"Kenaikan ekstrem ini diperkirakan hanya akan terjadi pada hari ini saja. Setelah gelombang permintaan dari luar daerah tersebut terpenuhi, harga berpeluang besar untuk kembali turun ke level normal karena pasokan dari petani lokal sebenarnya tetap tersedia dalam jumlah yang cukup," ucap Gunawan.

Ia meyakini momentum libur panjang Iduladha sepekan ke depan tidak akan memicu inflasi pangan yang berkepanjangan di Sumut. Jadwal panen para petani dipastikan aman dan tidak akan terganggu oleh kebijakan libur bersama, sehingga stabilitas pasokan di pasar tradisional akan tetap terjaga dengan baik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN