Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Bobby Nasution Dukung Penguatan Industri Syariah di Sumut: Prospek Cerah dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Mistar.idJumat, 21 November 2025 17.50
journalist-avatar-top
MI
bobby_nasution_dukung_penguatan_industri_syariah_di_sumut_prospek_cerah_dan_dorong_pertumbuhan_ekonomi

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menghadiri acara Main Story: Medan Sharia Investor City. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendukung kemajuan industri syariah di Sumut. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Main Story: Medan Sharia Investor City yang digelar di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (21/11/2025) siang.

Bobby mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut tersebut. Menurutnya, industri syariah memiliki prospek cerah ke depan.

“Saya pertama mengucapkan terima kasih atas adanya pasar modal syariah yang dilakukan di Sumut. Ini akan membawa hal-hal baik baik dari sektor pasar modal maupun sektor riilnya. Karena kalau di Sumut pasar modalnya baik, investornya banyak, maka sektor riilnya akan berkembang pesat,” ujarnya.

Bobby mengatakan Sumut merupakan provinsi yang tepat untuk mengembangkan industri syariah, mengingat sektor riil di daerah ini memiliki catatan sebagai salah satu konsumen produk halal terbesar di Indonesia.

“Bicara tentang industri syariah, sektor riil pasar halal, kita di Sumut adalah salah satu provinsi dengan konsumsi produk halal tertinggi di Indonesia. Dengan ini ke depan kita punya tantangan, dan di balik tantangan itu ada peluang,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa industri syariah bukan hanya berkaitan dengan nilai keagamaan, tetapi juga berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi daerah.

“Bicara tentang industri syariah bukan hanya bicara fiqih, tapi juga ekonomi. Industri syariah ini bertujuan baik bagi pribadi, umat, dan pergerakan ekonomi. Jadi kita, terutama yang muslim, harus bisa menjadi bahan bakar sekaligus api dalam menjalankannya,” kata Bobby.

Bobby menambahkan bahwa penguatan industri syariah sejalan dengan visi misi pemerintah pusat dalam mencapai pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen. Menurutnya, Sumut juga harus berkontribusi terhadap target tersebut.

“Visi misi presiden tentang pertumbuhan ekonomi ditargetkan di angka 8 persen secara nasional. Oleh karena itu, Provinsi Sumut harus memiliki peran, kita harus bisa mencapai 6,8 persen sampai 7,2 persen pertumbuhan ekonomi di Sumut,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Sumut Khoirul Muttaqien mengatakan kegiatan Main Story bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya industri syariah.

“Ini adalah kegiatan yang dapat meningkatkan awareness pasar modal syariah sekaligus bentuk apresiasi terhadap kontribusi daerah dalam industri syariah,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, sembari mengingatkan agar tetap waspada terhadap investasi ilegal.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua. Hati-hati dengan investasi, tetap semangat, dan pahami apa yang kita investasikan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa industri syariah, khususnya pasar modal syariah, dapat diikuti oleh siapa saja.

“Siapa pun bisa berinvestasi di pasar modal. Investasi pasar modal syariah tidak hanya untuk muslim, tapi untuk semua. Ini juga sudah kami bahas bersama tiga tokoh agama,” katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN