Belanja Baju Warga RI Tembus Rp120 Triliun per Tahun

Ilustrasi belanja baju. (foto: Getty Images/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza, membeberkan rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia untuk kebutuhan sandang—meliputi pakaian, alas kaki, dan penutup kepala—mencapai sekitar Rp35.000 per orang setiap bulan. Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 281,6 juta jiwa, total belanja nasional untuk sektor sandang diperkirakan menembus Rp10 triliun per bulan. Jika diakumulasi, angka tersebut setara dengan Rp119,8 triliun atau hampir Rp120 triliun per tahun.
“Dengan total penduduk 281,6 juta jiwa, potensi belanja masyarakat untuk komoditas sandang diperkirakan mencapai Rp10 triliun per bulan atau sekitar Rp119,8 triliun per tahun,” ujar Faisol dalam Rapat Kerja VI DPR RI di Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2026).
Menurut Faisol, nilai belanja tersebut menunjukkan potensi pasar domestik yang sangat besar, khususnya bagi industri tekstil dan produk tekstil nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat sektor ini melalui berbagai kebijakan strategis.
Langkah pertama dilakukan dengan memperketat pengawasan dan penindakan terhadap masuknya produk ilegal, termasuk melalui pengawasan pelabuhan dan jalur tidak resmi.
Upaya ini melibatkan koordinasi lintas lembaga seperti Bea Cukai, TNI AL, Bakamla, serta Kepolisian, disertai dengan penegakan hukum yang lebih tegas dan sistem pelaporan terpadu.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi substitusi impor melalui penguatan produk dalam negeri. Upaya tersebut mencakup peningkatan branding produk fesyen industri kecil dan menengah (IKM), pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, serta percepatan program hilirisasi dan modernisasi mesin produksi.
“Kami juga mendorong kampanye cinta produk lokal, edukasi kepada konsumen mengenai dampak negatif produk impor ilegal, serta pengembangan sentra-sentra fesyen lokal,” katanya.
























