Sunday, September 6, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Antisipasi Inflasi, Bulog Gelar Operasi Pasar Serentak hingga Sumut

Mistar.idMinggu, 6 September 2026 pukul 10.41 WIB
antisipasi_inflasi_bulog_gelar_operasi_pasar_serentak_hingga_sumut

Pimpinan Bulog Sumut, Budi Cahyanto, saat melakukan pemantauan kondisi pasar di salah satu pasar di Kota Medan. (Foto: Dokumentasi Bulog Sumut)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Perum Bulog mengerahkan seluruh jajaran di berbagai daerah untuk turun melakukan pemantauan kondisi pasar. Gerakan Pangan Murah atau Operasi Pasar merupakan upaya dalam menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok, khususnya beras, dan mengantisipasi inflasi.

Operasi pasar diawali dengan rapat koordinasi nasional secara virtual yang dipimpin Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, bersama Direktur SPHP Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, pada Sabtu (5/9/2026) lalu.

Seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang Bulog mengikuti arahan, dibarengi pemantauan ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, dan efektivitas intervensi pangan di wilayah masing-masing.

Pemantauan juga didukung oleh stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang cukup. Hingga 5 September 2026, Bulog menguasai 4,9 juta ton beras yang tersebar di semua pergudangan nasional.

Sementara itu, pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di tingkat hilir telah menyentuh 756 ribu ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan pengawasan dengan melihat langsung kondisi lapangan sangat penting bagi perusahaan.

Hal tersebut memungkinkan jajarannya tidak hanya menerima laporan dari meja kerja, tetapi melihat realita harga secara langsung di lapangan.

“Yang kami antisipasi bukan cuma pengaduan, tapi juga kenaikan inflasi, dan itu yang utama. Karena penugasan Bulog yang utama adalah menjaga stabilisasi harga,” kata Rizal dalam keterangan tertulis.

Merespons dinamika pasar, Bulog telah menyiapkan skema pendistribusian 110 ribu ton beras tambahan dalam satu bulan ke depan. Pasokan ini terdiri atas 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium yang akan didistribusikan bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar pantauan.

Dalam mengamankan distribusi, Bulog memperkuat kerja sama dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, serta pemerintah daerah agar dapat langsung dilakukan penanganan jika ditemukan indikasi harga yang tidak wajar.

Menindaklanjuti instruksi pusat tersebut, Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara (Sumut), Budi Cahyanto, dan seluruh jajaran cabang di Sumut langsung melakukan peninjauan ke berbagai pasar tradisional.

Pemantauan intensif tersebut dilakukan untuk memastikan apakah beras SPHP benar-benar sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Hingga awal September, Bulog Sumut berhasil menyalurkan 38.895 ton beras SPHP melalui berbagai saluran distribusi. Pasokan beras SPHP di Sumut akan terus dimonitor dan disuplai setiap hari, jadi masyarakat tidak perlu khawatir kelangkaan stok dan kenaikan harga di pasaran,” ucapnya, Minggu (6/9/2026). (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN