Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Akademisi: Kenaikan Harga Pangan saat Ramadan Merupakan Siklus Ekonomi, Bukan Kelangkaan

Mistar.idKamis, 19 Februari 2026 11.33
journalist-avatar-top
AS
akademisi_kenaikan_harga_pangan_saat_ramadan_merupakan_siklus_ekonomi_bukan_kelangkaan

Akademisi Universitas Simalungun, Raja Mangaratua Nainggolan. (foto: abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kenaikan harga bahan pokok menjelang atau saat bulan Ramadan selalu terjadi setiap tahunnya. Namun, bagi kalangan akademisi fenomena ini bukanlah sebuah anomali, melainkan dinamika pasar tahunan yang sudah diprediksi.

Akademisi Universitas Simalungun, Raja Mangaratua Nainggolan, mengatakan ini bukan sesuatu yang mengejutkan. Menurutnya, pola seperti ini hampir terjadi setiap tahun. Begitu mendekati puasa, permintaan langsung naik. Masyarakat mulai belanja lebih banyak dari biasanya.

"Secara teori ini yang disebut demand-pull inflation. Sederhananya begini, ketika banyak orang membeli barang yang sama dalam waktu yang bersamaan, harga pasti ikut menyesuaikan. Jadi bukan semata-mata karena barangnya tidak ada, tetapi karena permintaannya melonjak," ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Raja menjelaskan yang perlu dipahami, ini sifatnya musiman. Setiap Ramadan kita hampir selalu melihat pola yang sama. Setelah lebaran, harga akan lebih stabil karena permintaan kembali normal. Jadi, Raja meminta tidak perlu ada kepanikan berlebihan.

"Kalau ditanya apakah inflasi ini akan terus naik sampai akhir Ramadan, tidak selalu demikian. Umumnya tekanan harga paling kuat terjadi di awal hingga pertengahan Ramadan dan menjelang Idulfitri. Setelah itu ketika pola belanja mulai melandai, harga biasanya ikut menyesuaikan," ucapnya.

Kalau dilihat dari sisi lain, kata Raja, meningkatnya konsumsi ini menunjukkan daya beli masyarakat masih bergerak. Pasar ramai, transaksi naik, itu tanda ekonomi hidup. "Ibarat mesin, ketika banyak transaksi terjadi, berarti mesinnya sedang bekerja," katanya.

Tunjangan Hari Raya

Raja mengatakan tunjangan hari raya (THR) sangat membantu. Tambahan pendapatan menjelang Lebaran membuat masyarakat tetap punya ruang belanja meskipun harga naik. Ini semacam bantalan agar konsumsi tidak terganggu.

"Tentu saja pemerintah tidak boleh diam. Pengawasan distribusi, memastikan stok aman, dan operasi pasar itu penting supaya kenaikan harga tidak berlebihan. Selama pasokan terjaga dan tidak ada penimbunan, biasanya inflasi Ramadan tetap dalam batas wajar," ucapnya.

Raja melihat fenomena ini sebagai dinamika tahunan yang memang selalu ada. "Yang penting dijaga adalah stabilitasnya, bukan menghindari kenaikan harga sama sekali, karena dalam konteks musiman, itu bagian dari siklus ekonomi kita," tuturnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN