30 Tahun Tekuni Usaha Ikan Asin, Ahmad Ali Produksi Hingga 4 Ton per Siklus

Ahmad Ali, pengusaha ikan asin di Teluk Mengkudu, Sergai. (foto: sembiring/mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Usaha pengolahan ikan asin di wilayah pesisir dinilai masih memiliki prospek menjanjikan. Hal ini dibuktikan oleh Ahmad Ali, 62 tahun, warga asal Tebing Tinggi yang telah lebih dari tiga dekade menggeluti usaha produksi ikan asin di Dusun II Kampung Taiwan, Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Ditemui di kediamannya yang juga menjadi lokasi produksi, Minggu (29/3/2026), Ahmad Ali mengatakan dalam satu siklus produksi selama sekitar satu setengah hari, dirinya mampu menghasilkan hingga 4 ton ikan asin, terdiri dari ikan asin belah dan ikan asin tawar (kerupuk).
“Untuk harga, ikan asin belah dijual Rp20.000 per kilogram, sedangkan ikan asin tawar Rp40.000 per kilogram,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahan baku utama yang digunakan berasal dari jenis ikan kepala batu. Proses produksi dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan penjemuran di lahan terbuka seluas sekitar 5 rante yang berada di sekitar rumahnya. “Lahan ini khusus untuk penjemuran ikan asin. Sudah lebih dari 30 tahun saya menjalankan usaha ini,” katanya.
Sementara kepala ikan asin dijual Rp 4.000 per kilogram untuk campuran makanan ternak ayam, ikan dan bebek. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil produksi ikan asin miliknya juga dipasarkan ke luar daerah, termasuk ke kawasan Jalan Seram di Kota Medan.
“Sebagian kita kirim ke Jalan Seram Medan,” ucapnya.
Untuk mendukung keberlangsungan usahanya, Ahmad Ali mengoperasikan tiga unit kapal penangkap ikan dengan kapasitas masing-masing sekitar 10 ton. Kapal-kapal tersebut digunakan untuk memastikan ketersediaan bahan baku tetap terjaga.
Dengan pengalaman panjang di bidangnya, Ahmad Ali berharap usaha ikan asin yang digelutinya dapat terus berkembang serta memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
BERITA TERPOPULER





















