15.3 C
New York
Saturday, May 18, 2024

14 Perusahaan Indonesia Hadir di “Afrika’s Big 7”

Jakarta, MISTAR.ID

Pameran Upaya Afrika’s Big 7 akan berlangsung di Gallagher Convention Center di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 18-20 Juni 2023, dan melibatkan 14 perusahaan terkemuka Indonesia.

Victor Josef Sambuaga, Kuasa Usaha ad Interim KBRI Pretoria, menyambut pembukaan Paviliun Indonesia di pameran tersebut dan mengapresiasi keterlibatan para pelaku upaya dari Tanah Air dalam acara tahunan ini.

“Saya sangat berterima kasih dan menghargai upaya perusahaan-perusahaan ini dalam mendukung tujuan utama kita bersama, yaitu membuka pasar baru dan meningkatkan akses pasar serta mempromosikan produk Indonesia di Afrika Selatan untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara kedua negara,” katanya dalam keterangan tertulis kepada KBRI Pretoria, Senin.

Victor kemudian menjelaskan bahwa sulit bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar Afrika Selatan dan negara-negara sekitarnya karena, berbeda dengan produk dari negara-negara Eropa dan negara-negara lain dengan harga lebih rendah, produk Indonesia masih dikenakan tarif yang cukup tinggi.

Baca juga : Ekspor Menurun Sumut Jajaki Pasar CPO ke Afrika

Dia menyatakan bahwa pemerintah Afrika Selatan masih memberlakukan tarif relatif tinggi sekitar 0–30 persen untuk produk makanan, yang menjadikannya sulit bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar.

Menurut Tonny Hendriawan, Kepala Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) di Johannesburg, keahlian perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan pada tahun 2020 dan 2022 menunjukkan tren positif, tetapi dari Januari hingga April 2023 angkanya masih stagnan.

Dari 1,3 miliar dolar AS (sekitar Rp19,5 triliun) pada 2020 menjadi 3,25 miliar dolar AS (sekitar Rp48,8 triliun) pada 2022, total perdagangan antara kedua negara meningkat 60,6%. Peningkatan ini didukung oleh peningkatan nilai ekspor sebesar 38,07 persen.

Ekspor Indonesia ke Afrika Selatan dari Januari hingga April 2023 berkisar antara 294 juta dolar AS (sekitar Rp4,4 triliun) dan 330 juta dolar AS (hampir Rp5 triliun) pada tahun 2022, masih rendah.

Namun, neraca perdagangan Indonesia-Afrika Selatan secara keseluruhan mencapai 554 juta dolar AS (sekitar Rp8,3 triliun) dari Januari hingga April 2023.

Tonny menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir, ekspor makanan olahan Indonesia ke Afrika Selatan terus dioptimalkan karena nilainya masih di bawah potensi pasar yang diharapkan.

Baca juga : Ekspor di Sumut Naik 12,80 Persen, Didominasi Golongan Minyak Nabati

Ekspor makanan olahan Indonesia ke Afrika Selatan mencapai 429 ribu USD (sekitar Rp6,4 miliar) pada 2021, dan 320 ribu USD (sekitar Rp4,8 miliar) pada 2022.

Sementara ekspor minuman meningkat 37% pada 2022, dari 22,9 juta dolar AS (sekitar Rp343,6 juta) menjadi 31,5 juta dolar AS (sekitar Rp472,7 juta).

Melihat tren ekspor makanan olahan dan minuman ke Afrika Selatan dalam dua tahun terakhir, Tonny ingin menampilkan berbagai produk Indonesia di pameran Africa’s Big 7 kali ini.

Dia percaya bahwa ini akan memberinya kesempatan untuk meningkatkan pangsa pasar produk dan memberinya kesempatan untuk berusaha mengembangkan pasar di Afrika Selatan dan negara-negara sekitarnya.

Ada banyak masalah untuk penetrasi produk Indonesia, salah satunya adalah tarif masuk yang tinggi. Selain itu, sangat penting untuk mempelajari perilaku konsumen lokal, pesaing lokal, dan pesaing dari negara lain.

Dia menambahkan, “Namun, kami optimistis produk-produk Indonesia akan tetap mempunyai kesempatan dan potensi untuk memasuki pasar ini karena beberapa produk makanan Indonesia telah tiba di Afrika Selatan.”

Pameran Africa’s Big 7 menampilkan nama-nama besar seperti PT Rax Canning, PT Mayora Indah Tbk, PT Kapal Api Global, PT Sarimurni Abadi (Momogi), dan PT ABC Presiden.

Sementara itu, PT Orang Tua Group, PT Monde Mahkota Biscuits, PT Manohara Asri (Mahaghora Group), PT Indofood Sukses Makmur, Kalbe International, PT Kaldu Sari Nabati Indonesia, PT Pulau Sambu (Kara) adalah perusahaan yang memiliki produk yang sudah masuk di pasar Afrika Selatan. Selain itu, PT Kapiten Nusantara hanya menunjukkan produknya di Paviliun Indonesia, meskipun tidak hadir secara langsung.

Johannesburg, kota metropolitan Afrika Selatan, adalah rumah bagi pameran upaya tahunan Africa’s Big 7.

Pada tahun 2023, edisi ke-20 dari kegiatan tersebut, tercatat kurang lebih 3.500 bisnis dari 37 negara, yang mencakup sektor makanan dan minuman, katering, ritel, perhotelan, olahraga, dan tekstil.  (Antara / hm19)

Related Articles

Latest Articles