Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Video #PrayForSembalun Turunkan Wisata, Cek Fakta Sebenarnya

Mistar.idKamis, 11 Desember 2025 20.07
JS
video_prayforsembalun_turunkan_wisata_cek_fakta_sebenarnya

Jalan Sembalun dan sungai di Kecamatan Sembalun yang viral media sosial dengan tulisan Pray For Sembalun. (foto:lombokpost/mistar)

news_banner

Lombok Timur, MISTAR.ID

Kunjungan wisata ke kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menurun drastis setelah video bertuliskan #PrayForSembalun beredar di media sosial dan menarasikan kondisi banjir serta longsor secara berlebihan.

Penurunan minat wisatawan ini langsung memukul pedagang dan pelaku usaha jasa wisata yang selama ini menggantungkan pendapatan pada ramainya kunjungan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Para pelaku usaha di Sembalun kompak mengeluhkan sepinya wisatawan sejak video berdurasi 32 detik tersebut viral. Video yang dinilai mengandung misinformasi itu menggambarkan seolah-olah Sembalun berada dalam kondisi bencana besar, padahal situasi di lapangan tidak sesuai dengan narasi yang tersebar.

Holkin, pedagang stroberi lokal, menyebut video tersebut berdampak langsung pada pendapatannya. Ia menegaskan bahwa visual dalam video hanya menunjukkan genangan air di jalan dan luapan sungai akibat sampah serta curah hujan tinggi.

“Sepi, tidak seperti hari biasanya. Tulisan #PrayForSembalun itu menurut saya berlebihan,” ujarnya, Kamis (11/12/2025).

Hal senada disampaikan Resil, pemilik camping ground, yang mengungkapkan bahwa banyak tamunya membatalkan kunjungan setelah melihat video tersebut. Menurutnya, calon wisatawan menjadi ragu dan terus menanyakan kondisi terkini sebelum memutuskan datang.

“Tamu tentu berpikir ulang untuk berkunjung,” kata Resil. Ia khawatir kondisi ini akan merugikan penyedia jasa wisata pada puncak musim libur Nataru.

Tanggapan Pemerintah Desa

Kepala Desa Sembalun Bumbung, Sunardi, turut menyayangkan penyebaran video yang dinilai menyesatkan publik. Ia meminta para konten kreator lebih bijak dalam mengunggah informasi agar tidak menimbulkan keresahan atau merusak citra destinasi wisata.

Sunardi menegaskan bahwa genangan air dalam video memang terjadi dua hari sebelumnya akibat hujan deras, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Luapan air terjadi karena sungai tersumbat sampah sehingga air masuk ke ruas jalan dan sebagian sawah warga.

Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan normalisasi sungai agar kejadian serupa tidak terulang. “Narasi dalam video itu tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” tegasnya.

Situasi ini menunjukkan dampak serius dari informasi tidak akurat, terutama bagi sektor pariwisata yang sangat bergantung pada persepsi publik. Pelaku wisata berharap kunjungan segera pulih dan masyarakat lebih selektif dalam membagikan konten mengenai kondisi suatu daerah.

Sunardi kembali menegaskan bahwa tidak terjadi bencana besar seperti yang digambarkan dalam video viral tersebut. “Kami berharap para konten kreator lebih bijak, terutama yang aktif di Facebook Pro,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa hujan deras pada Minggu (7/12/2025) menyebabkan air sungai sedikit meluap dan merendam sebagian sawah warga, tetapi kondisinya tidak parah dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, video tersebut berdampak signifikan terhadap kunjungan wisata dan pendapatan pedagang. Banyak pengunjung yang membatalkan rencana liburan mereka ke Sembalun.

“Sembalun masih aman untuk dikunjungi. Silakan datang, tidak terjadi apa-apa. Video itu membuat wisatawan takut, padahal fenomena seperti gunung menangis atau air terjun dadakan adalah hal biasa,” jelasnya.

Sementara itu, Resil kembali menambahkan bahwa sejumlah tamu membatalkan reservasi camping setelah video tersebut beredar. “Banyak tamu yang ragu, bahkan ada yang batal datang meski sudah melakukan pemesanan,” ujarnya.

Ia khawatir menurunnya kunjungan wisatawan akan merugikan penyedia jasa wisata menjelang libur akhir tahun. “Jika terus begini, tentu kami yang paling dirugikan,” tutupnya. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN