Tips Diet Sehat saat Puasa agar Berat Badan Tak Naik

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat)
Jakarta, MISTAR.ID
Bulan Ramadan kerap dimanfaatkan sebagian masyarakat sebagai momentum untuk memulai program diet. Pola makan yang lebih teratur, berkurangnya frekuensi ngemil, serta jeda panjang tanpa asupan kalori dinilai dapat membantu menurunkan berat badan.
Namun, tidak sedikit pula yang justru mengalami kenaikan berat badan setelah Ramadan. Kondisi tersebut umumnya disebabkan pola makan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka puasa.
Salah satu kesalahan yang kerap terjadi adalah “balas dendam” saat berbuka. Mengonsumsi makanan dalam porsi besar dan tinggi gula setelah seharian berpuasa dapat memicu lonjakan insulin yang membuat rasa lapar datang kembali dan meningkatkan keinginan untuk ngemil.
Untuk menghindari hal tersebut, berbuka dianjurkan dimulai dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah, kemudian dilanjutkan dengan makan utama dalam porsi terkontrol. Keseimbangan nutrisi tetap perlu dijaga dengan mengutamakan sayuran hijau dan buah tinggi serat guna membantu pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, komposisi makanan juga menjadi faktor penting dalam diet saat puasa. Defisit kalori dinilai lebih berpengaruh dibanding sekadar mengganti jenis karbohidrat. Asupan karbohidrat tetap dapat dikonsumsi dengan porsi seimbang, disertai protein seperti ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe, serta sayuran.
Protein dan serat membantu menjaga rasa kenyang lebih stabil serta mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis di malam hari. Konsumsi buah tinggi air juga dapat membantu mencegah sembelit dan menjaga hidrasi selama berpuasa.
Di sisi lain, melewatkan sahur demi menurunkan berat badan secara cepat tidak dianjurkan. Pola makan ekstrem berpotensi mengganggu metabolisme dan menimbulkan efek samping. Metode seperti intermittent fasting memerlukan adaptasi bertahap dan tidak cocok untuk semua orang.
Aktivitas fisik juga tetap disarankan meskipun sedang berpuasa. Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau latihan kekuatan dengan durasi 15-20 menit per sesi dinilai cukup membantu menjaga massa otot dan mempercepat metabolisme, terutama jika dilakukan setelah berbuka atau menjelang sahur.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, waktu istirahat yang cukup juga berperan penting. Kurang tidur dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar sehingga meningkatkan nafsu makan. (hm25)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER


















