Siswa SMAN 6 Medan Diajak Perkuat Iman dalam Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan

Sejumlah siswa mengikuti PKR di SMAN 6 Medan. (foto: susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Seluruh siswa beragama Islam di SMA Negeri 6 Medan mengikuti Pesantren Kilat Ramadan (PKR) yang digelar di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi agenda utama sekolah selama bulan suci Ramadan, selain tadarus rutin, tausiah singkat, hingga rencana khataman Al-Qur’an.
Guru Agama sekaligus Pembina Seksi Kerohanian Islam (SKI) dan PKR SMAN 6 Medan, Nurhidayah Harahap, mengatakan selama Ramadan kegiatan diawali dengan tadarus setiap pagi.
Setelah tadarus, laporan bacaan siswa disampaikan setiap hari. Pihak sekolah juga mengirim doa untuk dua siswa yang telah meninggal dunia dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, ada tausiah singkat berdurasi sekitar lima hingga tujuh menit.
PKR ini dilaksanakan selama dua hari, dan hari ketiga diperuntukkan bagi siswa yang tidak hadir sebelumnya. “Hari ketiga kita buat untuk yang remedial. Untuk siswa yang tidak datang atau tidak masuk sekolah selama dua hari ini,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Di penghujung Ramadan, lanjut Nurhidayah, sekolah juga akan menggelar khataman Al-Qur’an, peringatan Nuzul Quran, buka puasa bersama yang dijadwalkan pada tanggal 13 Maret mendatang, serta salat tarawih berjemaah.
Terkait jam belajar, Nurhidayah menyebutkan adanya pengurangan durasi belajar dari 45 menit menjadi 35 menit per mapel, sementara waktu istirahat tetap dua kali.
Ia menjelaskan, pada pukul 10.00 WIB siswa melaksanakan salat Dhuha seperti hari biasa, dan saat Zuhur mereka melaksanakan salat berjemaah. Ia menambahkan hari terakhir sekolah diperkirakan tanggal 13 Maret dan masuk kembali sekitar tanggal 30 Maret.
Sebagai pembina, ia berharap Ramadan menjadi momentum peningkatan iman dan karakter siswa. “Harapanku tentulah iman orang itu makin naik, karakternya makin bagus, bacaan Al-Qur’annya makin lancar,” katanya.
Ia juga berharap hafalan Al-Qur’an siswa terus bertambah. “Jangan sampai cuma juz 1 Al-Baqarah dan juz 30. Kalau bisa 30 juz hafal,” tuturnya.
Ketua Panitia PKR, Muhammad Haikal, 16 tahun, menjelaskan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.15 WIB dan dilanjutkan tadarus hingga pukul 08.00 WIB. Dari pukul 10.00 WIB hingga menjelang Zuhur diisi tausiah oleh para guru. Saat Zuhur, seluruh siswa salat berjemaah di lapangan, kemudian kembali ke kelas untuk membaca Al-Qur’an sekitar 30 menit sebelum absensi pulang dan kuis.
“Yang ikut PKR semua kelas, dari kelas 10 sampai kelas 12,” kata siswa kelas XI itu. Ia menyebut selama Ramadan kegiatan mengikuti ketentuan dinas hingga pukul 14.00 WIB, berbeda dengan hari biasa yang biasanya pulang pukul 16.00 WIB.
Haikal berharap dengan banyak kegiatan sekolah di bulan Ramadan, seluruh siswa bersungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa dan mengikuti dengan baik. Ia juga turut menyampaikan pesan kepada kakak-kakak kelasnya yang akan segera lulus.
“Di bulan Ramadan ini mereka punya kesempatan besar untuk banyak ibadah dan berdoa supaya mendapatkan yang lebih baik ke depannya,” tuturnya. Tak hanya itu, ia juga berharap siswa kelas X dan XI tetap fokus pada kegiatan positif dan menjauhi hal-hal negatif.
PREVIOUS ARTICLE
Tips Diet Sehat saat Puasa agar Berat Badan Tak Naik


















