Sambut Ramadan, SMKN 6 Medan Fokus Penguatan Karakter Lewat Pesantren Kilat

Ilustrasi siswa sedang membaca Al-Qur’an. (Foto: Gemini/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SMK Negeri 6 Medan kembali melaksanakan program rutin pesantren kilat sebagai penguatan pendidikan agama Islam bagi para siswa. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di bulan Ramadan, mulai 29 Februari mendatang, dan dilaksanakan setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai.
Guru Pendidikan Agama Islam SMKN 6 Medan, Ikhwan Habibi, menyampaikan pelaksanaan pesantren kilat telah mendapat persetujuan dari pihak sekolah. KBM tetap berjalan seperti biasa, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan. Menurutnya, koordinasi telah dilakukan bersama kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum agar program ini tidak mengganggu proses pembelajaran utama.
Kegiatan yang diawali dengan doa dan zikir bersama ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk memahami persiapan spiritual yang perlu dilakukan saat memasuki bulan puasa. “Tradisi ini sering kita kenal dengan sebutan punggahan dan dilaksanakan di lingkungan sekolah,” tuturnya, Senin (16/2/2025).
Pesantren kilat akan diikuti oleh siswa dari kelas X, XI, dan XII. Selama bulan Ramadan, pembelajaran agama lebih ditingkatkan dibandingkan kegiatan umum. Sekolah juga merencanakan pelaksanaan salat zuhur berjamaah serta mendorong siswa untuk lebih intens membaca Al-Qur’an.
“Saat pembukaan nanti, kita akan mengundang ustaz serta pemateri dari luar guna menambah referensi dan memotivasi siswa,” katanya.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini juga mengacu pada surat edaran pemerintah yang menetapkan sekolah selama bulan Ramadan harus diisi dengan kegiatan keagamaan.
Ikhwan juga menegaskan bahwa pesantren kilat merupakan program murni sekolah tanpa pungutan biaya kepada siswa. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membentuk perilaku positif serta mencegah siswa terlibat dalam aktivitas negatif selama Ramadan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah SMKN 6 Medan, Nansi Manalu, menyatakan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap program yang dirancang guru agama. Setiap program disusun melalui komunitas belajar guru dan dilaporkan kepada manajemen sekolah untuk disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan sekolah.
“Kalau sudah sesuai dengan kondisi sekolah, pasti akan disetujui pelaksanaannya. Yang paling penting adalah tidak mengganggu proses belajar mengajar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepala sekolah juga turut mendorong seluruh kegiatan positif yang berdampak pada kemajuan serta pembentukan karakter siswa. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Jam Pelajaran Siswa di Dairi Dikurangi Selama RamadanBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















