Monday, July 20, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Sejarah Tradisi Angpau Saat Imlek

Mistar.idKamis, 12 Februari 2026 pukul 13.36 WIB
sejarah_tradisi_angpau_saat_imlek

Angpau. (Foto: Pixabay)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Saat Tahun Baru Imlek dirayakan, angpau menjadi salah satu elemen yang tak terpisahkan dari kemeriahan suasananya.

Amplop merah dengan aneka tulisan serta ilustrasi bermakna ini bukan hanya simbol berbagi rezeki, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang dan nilai filosofi yang diwariskan turun-temurun.

Dari asal-usul tradisinya, alasan penggunaan warna merah yang diyakini membawa hoki, hingga makna dalam proses pemberiannya, angpau mencerminkan doa, perlindungan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Lalu, bagaimana sebenarnya tradisi angpau bermula dan apa makna di baliknya? Berikut ulasan mengenai sejarah serta filosofi pemberian angpau saat perayaan Imlek.

Amplop merah berisi uang yang dikenal sebagai lai see dalam bahasa Kanton dan hong bao dalam bahasa Mandarin telah menjadi bagian dari budaya Tiongkok sejak lebih dari seribu tahun lalu, yakni pada masa Dinasti Tang dan Song.

Dalam legenda masyarakat Tiongkok, diceritakan adanya roh jahat bernama Sui yang muncul pada malam pergantian tahun dan mengganggu anak-anak saat mereka terlelap. Untuk melindungi anaknya, sepasang orang tua menyiapkan sekantong koin sebagai penangkal.

Koin tersebut dibungkus kertas merah dan diletakkan di bawah bantal. Konon, ketika Sui mendekat, cahaya yang memancar dari koin-koin itu mampu mengusirnya.

Dari kisah tersebut, warna merah kemudian dipercaya memiliki kekuatan menangkal hal-hal buruk sekaligus membawa perlindungan. Tradisi ini pun berkembang menjadi kebiasaan memberi lai see.

Awalnya, koin-koin dirangkai dengan benang merah lalu dibungkus kertas merah sebelum diberikan kepada anak-anak. Seiring perkembangan zaman, koin digantikan uang kertas yang dimasukkan ke dalam amplop merah seperti yang dikenal sekarang.

Makna di Balik Pemberian Angpau

Memberikan lai see atau angpau telah lama menjadi bagian penting dalam budaya Tiongkok, Beauties. Dalam upacara pernikahan, amplop merah biasanya diserahkan kepada pasangan pengantin sebagai simbol doa agar mereka memperoleh keberuntungan dan kehidupan rumah tangga yang harmonis.

Sementara saat Imlek, anggota keluarga yang lebih tua membagikan angpau kepada generasi yang lebih muda sebagai wujud kasih sayang sekaligus doa untuk masa depan mereka. Seiring waktu, kebiasaan ini juga hadir dalam berbagai perayaan dan momen kebersamaan, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di sejumlah negara Asia lainnya.

Makna warna merah pada angpau pun sangat mendalam. Dalam kepercayaan Tiongkok, merah melambangkan energi positif, keberuntungan, dan kebahagiaan. Karena itu, menerima lai see bukan semata tentang nominal uang di dalamnya, melainkan tentang doa tulus agar sang penerima senantiasa diberi kehidupan yang sejahtera dan penuh berkah. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN