Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Percepat Dekarbonisasi Kampus, Kemdiktisaintek Luncurkan Panduan Net Zero

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 14.28 WIB
percepat_dekarbonisasi_kampus_kemdiktisaintek_luncurkan_panduan_net_zero_

Peluncuran Panduan Net Zero Campus di Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). (Foto: Detik/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan laporan riset dan dokumen panduan Net Zero Campus untuk membantu perguruan tinggi di Indonesia mengurangi emisi gas rumah kaca. Panduan tersebut disusun melalui kajian bersama Climateworks Centre dan The Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).

Dokumen ini menjadi acuan bagi perguruan tinggi untuk merancang langkah dekarbonisasi yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Inisiatif tersebut juga mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh penerapan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan kampus tidak hanya dilihat dari kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.

"Kementerian telah mengeluarkan panduan Permendiktisaintek Nomor 51 Tahun 2025 mengenai kinerja kampus berdampak. Tolak ukurnya mencakup tiga dimensi utama, yakni dampak ekonomi, dampak sosial, dan dampak lingkungan. Saat ini, sebanyak 126 PTN dan 115 PTS Unggul telah menyampaikan laporan kinerja mereka," ujar Badri dalam acara peluncuran Panduan Net Zero Campus di Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Badri turut menyoroti perlunya penyederhanaan mekanisme pelaporan keberlanjutan di perguruan tinggi. Menurutnya, penerapan program dekarbonisasi seharusnya tidak menambah beban administrasi, terutama ketika kampus harus memenuhi berbagai instrumen penilaian di tingkat nasional maupun internasional.

"Di dunia ada puluhan lembaga pemeringkat terkemuka, mulai dari QS Sustainability Report, Times Higher Education (THE) Impact Report, hingga UI GreenMetric. Khawatirnya, pimpinan kampus terbebani jika harus mengisi laporan administrasi yang berlapis dan terpisah-pisah. Kami mendorong agar sistemnya diintegrasikan, cukup satu kali pengisian yang mampu memenuhi standar kementerian sekaligus indikator pemeringkatan global," kata Badri.

Ia menambahkan, pengembangan Net Zero Campus sejalan dengan program Kampus ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) yang menjadi bagian dari arahan Presiden. Hingga kini, sekitar 200 perguruan tinggi telah dilibatkan dalam berbagai kegiatan pengelolaan lingkungan.

Penerapan prinsip keberlanjutan di lingkungan kampus juga dilakukan melalui kegiatan daur ulang dan pengembangan ekonomi sirkular. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi dan memberikan nilai ekonomi bagi perguruan tinggi.

Panduan Net Zero on Campus dapat diakses secara daring melalui laman https://unsdsn.org/net-zero-on-campus. Dokumen tersebut memuat berbagai langkah penerapan prinsip nol emisi bersih, mulai dari pengelolaan energi, mobilitas ramah lingkungan, fasilitas kampus, pengurangan dan daur ulang limbah, hingga pengelolaan rantai nilai.

Secara umum, net zero atau nol emisi bersih merupakan kondisi ketika emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer diseimbangkan dengan penghilangan gas rumah kaca melalui proses atau upaya tertentu.

Meski demikian, pencapaian kondisi tersebut tidak cukup hanya dengan menyeimbangkan jumlah emisi yang dilepaskan dan dihilangkan. Pengurangan emisi dari sumbernya tetap menjadi langkah penting, mengingat akumulasi gas rumah kaca di atmosfer akibat aktivitas manusia selama berabad-abad telah memperburuk perubahan iklim.

Melalui panduan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam mengurangi emisi, mengembangkan praktik ramah lingkungan, serta menjadikan lingkungan kampus sebagai contoh penerapan pembangunan berkelanjutan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN