Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Momentum HGN 2025, Akademisi Minta Perlindungan Guru Diperkuat

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 09.24
journalist-avatar-top
HS
momentum_hgn_2025_akademisi_minta_perlindungan_guru_diperkuat

Yushasni. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh setiap 25 November kembali menjadi momentum refleksi terhadap nasib dan peran para pendidik di Indonesia. Selain isu kesejahteraan, perlindungan terhadap guru kembali menjadi sorotan serius, seiring masih maraknya kasus kekerasan fisik maupun verbal yang melibatkan orang tua siswa.

Tema HGN tahun ini menekankan penguatan peran guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan profesi guru masih menghadapi berbagai ancaman dan tekanan. Banyak pendidik yang belum mendapatkan rasa aman dalam menjalankan tugasnya.

Yulhasni, Dosen Pendidikan Bahasa FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), menegaskan negara memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi guru.

“Pada hari yang istimewa ini, kita perlu menyadari kerentanan guru di lapangan masih tinggi. Perlindungan hukum oleh negara sering kali belum maksimal, apalagi dengan munculnya kasus-kasus kekerasan terhadap guru oleh orang tua siswa,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan sejumlah kasus yang kemudian berujung pada laporan pidana sebenarnya dapat diselesaikan melalui pendekatan mediasi yang lebih humanis dan berorientasi pada kepentingan pendidikan. “Penyelesaian langsung ke ranah pidana justru dapat mengikis wibawa guru,” katanya.

Yulhasni—yang tengah menempuh studi doktoral Pendidikan di UMSU—berharap HGN 2025 menjadi titik tolak bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat regulasi perlindungan guru.

Ia juga menilai perlunya sosialisasi intensif kepada masyarakat mengenai etika dan batasan interaksi antara guru, murid, dan orang tua. “Orang tua juga perlu dijelaskan secara konkret bahwa guru adalah pendidik anak-anak mereka,” ucapnya.

Ia menambahkan, langkah-langkah tersebut penting untuk mengembalikan marwah profesi guru sebagai sosok yang layak dihormati serta membangun ekosistem pendidikan yang kondusif, aman, dan beradab.

Peringatan Hari Guru Nasional, lanjutnya, bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk memastikan guru dapat bekerja tanpa rasa takut dan menjalankan tugas mendidik secara optimal demi lahirnya generasi bangsa yang unggul. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN