46 Guru Cabdis Wilayah VI Terima Satyalencana Karya Sastra dari Presiden Prabowo

Kacabdis wilayah VI, August Sinaga, menyerahkan Satyalencana Karya Sastra kepada 46 Aparatur Sipil Negeri (ASN) khusus untuk para guru di Siantar/Simalungun. (foto: yetty/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Sebanyak 46 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari jajaran guru Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Sumatera Utara Wilayah VI Siantar–Simalungun menerima tanda kehormatan Satyalencana Karya Sastra dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Penyematan penghargaan dilakukan oleh Kepala Cabdis Wilayah VI, August Sinaga, dalam sebuah acara yang digelar di SLB Negeri Kota Pematangsiantar, Jalan Tuan Rondahaim, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Selasa (25/11/2025).
August menegaskan penghargaan Satyalencana Karya Sastra bukan hanya simbol lamanya masa pengabdian, tetapi melalui proses seleksi yang ketat dan berlapis.
“Prosesnya tidak sederhana. Mulai pengusulan, verifikasi, hingga penetapan di pusat. Jika ada catatan evaluasi, anugerah dapat dibatalkan. Jadi para penerima adalah sosok terpilih yang dinilai layak menerima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penganugerahan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Guru Nasional ke-80 tahun 2025, sekaligus bentuk apresiasi bagi para pendidik yang terus menjaga integritas dan kualitas pelayanan pendidikan.
Pada tahun ini, 46 ASN yang menerima penghargaan terdiri dari 9 orang Satyalencana 30 tahun, 5 orang Satyalencana 20 tahun, dan 32 orang Satyalencana 10 tahun.
“Para penerima adalah guru-guru yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendidik dan membimbing siswa di Siantar–Simalungun. Mereka memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi unggul,” kata August.
Guru, lanjutnya, bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga pembentuk karakter bangsa—menanamkan nilai kebhinekaan, integritas, serta semangat pantang menyerah.
Salah satu penerima Satyalencana Karya Sastra masa pengabdian 30 tahun adalah Tiurma Naibaho, guru SMA Negeri 1 Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Di usianya yang ke-62 tahun, ia mengaku penghargaan tersebut menjadi hadiah spesial di masa pensiunnya.
“Penghargaan ini menjadi hadiah bagi saya di masa pensiun. Semoga bisa menginspirasi guru-guru lainnya untuk terus berkontribusi bagi pendidikan dan masyarakat. Ini penghargaan untuk kita semua,” tutur Tiurma yang telah pensiun sejak 2024. (yetty/hm24)
PREVIOUS ARTICLE
Momentum HGN 2025, Akademisi Minta Perlindungan Guru DiperkuatBERITA TERPOPULER
























