Keledai Kerap Dicap Bodoh, Pakar Ungkap Kecerdasannya dalam Bertahan Hidup

Ilustrasi keledai. (Foto: Unsplash/Mistar)
Perbedaan jumlah kromosom ini berperan dalam kendala reproduksi keturunan hasil persilangan keduanya. Hibrida tersebut umumnya steril karena kromosomnya sulit berpasangan secara normal ketika pembentukan sel reproduksi.
Persilangan kuda betina dengan keledai jantan menghasilkan mule, sedangkan persilangan kuda jantan dengan keledai betina menghasilkan hinny. Keduanya memiliki karakteristik fisik yang dipengaruhi oleh induknya.
Mule umumnya memiliki tubuh yang kuat dan daya tahan baik, sementara hinny cenderung memiliki ukuran tubuh lebih kecil. Namun, karakteristik masing-masing hewan dapat bervariasi, sehingga tidak semua keturunan persilangan menunjukkan sifat yang sama.
Keunggulan keledai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup. Peneliti sekaligus dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Ilmu Biomedis Texas A&M University, Nora Matthews, juga menyoroti sejumlah kemampuan lain yang dimiliki hewan ini.
Matthews menjelaskan bahwa keledai memiliki sejumlah keunggulan fisiologis dan perilaku, termasuk toleransi terhadap cuaca panas serta kemampuan bertahan ketika air sulit diperoleh. Keledai juga dapat menunjukkan ketahanan terhadap penyakit tertentu dibandingkan kuda, meskipun hal ini bergantung pada jenis penyakit dan kondisi hewannya.
Dalam peternakan, keledai bahkan dapat dimanfaatkan sebagai hewan penjaga untuk melindungi kawanan domba dari predator, termasuk anjing liar dan serigala. Hewan ini dapat menggunakan tendangan dan gigitan untuk mengusir ancaman.
"Mereka akan menendang dan menggigit anjing dan serigala dengan cara yang sangat efektif," tutur Matthews, dikutip dari laman Texas A&M University.
Selain itu, keledai dikenal dapat membangun kedekatan dengan manusia dan merespons pelatihan berbasis perintah suara. Temperamennya yang relatif tenang juga membuatnya dapat dilatih untuk berbagai keperluan, sesuai kondisi dan karakter individu.
Matthews menilai, kecenderungan keledai untuk berhenti ketika merasa terancam kemungkinan besar menjadi salah satu penyebab munculnya anggapan bahwa hewan ini keras kepala.
Padahal, respons tersebut dapat menjadi strategi untuk menghadapi situasi yang belum dikenalnya. Alih-alih langsung melarikan diri, keledai cenderung menilai keadaan terlebih dahulu sebelum menentukan tindakan.
Karena itu, label bodoh yang selama ini melekat pada keledai tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuan hewan tersebut. Sikap yang kerap dianggap sebagai kelemahan justru dapat menjadi bagian dari strategi adaptasi dan pertahanan dirinya.
PREVIOUS ARTICLE
Manfaatkan Sampah Organik, PT Gema Nirmala dan DLH Medan Latih Warga Budidaya Maggot




















































