Ini Batas Aman Mewarnai Rambut dan Cara Mencegah Kerusakannya

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock/Spaskov)
Medan, MISTAR.ID
Mewarnai rambut telah menjadi bagian dari gaya hidup, baik untuk menutupi uban maupun sebagai bentuk ekspresi diri. Namun, terlalu sering mengganti warna rambut tanpa perawatan yang tepat dapat memicu berbagai masalah, mulai dari rambut kering, rapuh, hingga kerusakan kulit kepala.
Dermatolog Zhao Zhaoming mengingatkan bahwa ada batas aman dalam mewarnai rambut serta langkah-langkah penting yang perlu diperhatikan untuk meminimalkan risiko kerusakan.
Zhaoming menyarankan agar proses pewarnaan rambut tidak dilakukan terlalu sering. “Saran saya adalah tidak mewarnai rambut lebih dari satu kali setiap tiga bulan, atau maksimal empat kali dalam setahun,” ujarnya, seperti dikutip dari Vogue, sebagaimana diberitakan Kompascom.
Menurutnya, paparan bahan kimia yang berulang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada batang rambut dan kulit kepala. Kandungan seperti amonia, hidrogen peroksida, dan paraphenylenediamine (PPD) bekerja dengan membuka kutikula rambut agar warna dapat meresap, namun proses ini juga membuat rambut menjadi lebih kering dan mudah patah.
Selain batang rambut, kulit kepala juga rentan terdampak bahan kimia pewarna. Paparan berlebihan dapat menghilangkan minyak alami atau sebum, sehingga memicu iritasi, rasa gatal, dan pengelupasan. Untuk itu, Zhaoming menyarankan penggunaan pelindung sebelum pewarnaan.
“Mengoleskan minyak seperti minyak kelapa atau argan oil pada kulit kepala dapat membentuk lapisan pelindung yang membantu membatasi penyerapan bahan kimia,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya menghindari kontak langsung pewarna rambut dengan area sensitif seperti leher, wajah, dan belakang telinga.
Kesalahan lain yang kerap dilakukan adalah menggabungkan pewarnaan rambut dengan perawatan kimia lain dalam waktu berdekatan, seperti pengeritingan atau pelurusan. “Mewarnai dan melakukan perm pada waktu yang sama sangat membebani rambut,” ucap Zhaoming.
Ia menilai perm bahkan lebih merusak karena melibatkan bahan kimia yang lebih keras, sehingga rambut membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan elastisitas dan kekuatannya.
Bagi mereka yang rambutnya sudah sering diwarnai, perawatan intensif menjadi hal penting. Rambut yang terpapar bahan kimia cenderung kehilangan kelembapan dan nutrisi. Penggunaan sampo dan kondisioner khusus rambut diwarnai, serta membatasi penggunaan alat panas, dapat membantu memperlambat kerusakan.
Selain perawatan luar, faktor gaya hidup juga berpengaruh. Stres berlebihan dapat memperburuk kondisi rambut dan kulit kepala. Aktivitas relaksasi, menjaga pola makan sehat, serta istirahat cukup turut berperan dalam menjaga kesehatan rambut. (hm25)























