Ikan Sapu-sapu Bisa Jadi Pupuk Tanaman Hias, Ini Penjelasannya

Proses pemusnahan Ikan sapu-sapu di Waduk Kaja, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026). (Foto: Kompas.com/Febryan Kevin)
Jakarta, MISTAR.ID
Ikan sapu-sapu yang selama ini dianggap hama di saluran air seperti sungai dan kali di wilayah DKI Jakarta ternyata dapat dimanfaatkan menjadi pupuk cair untuk tanaman hias, terutama jika telah tercemar logam berat.
Guru Besar Teknologi Hasil Perairan sekaligus Senior Researcher Halal Science Center IPB University, Prof. Mala Nurilmala, mengatakan pemanfaatan tersebut menjadi alternatif dibandingkan pemusnahan ikan yang marak dilakukan sejak awal April 2026.
“Sebaiknya ikan sapu-sapu dimanfaatkan untuk pupuk cair tanaman hias jika ikan tersebut sudah tercemar logam berat seperti Hg, Pb, Cd yang melewati ambang batas. Memang tidak bisa digunakan lagi untuk makhluk hidup jika berada di perairan yang sangat tercemar,” ujarnya, Kamis (30/4/2026), dilansir dari Kompas.com.
Menurutnya, ikan sapu-sapu sebenarnya masih dapat dikonsumsi selama kandungan logam beratnya berada di bawah ambang batas aman. Di negara asalnya seperti Brasil, ikan ini bahkan masih dikonsumsi masyarakat.
“Ketidaklayakannya itu karena kontaminannya ada logam berat,” jelasnya.
Baca Juga: Lebih dari 10 Ribu Ton Ikan Sapu-sapu Ditangkap di Jakarta, Pemprov Siapkan SOP Pemusnahan Aman
Ia menambahkan, kandungan logam berat pada ikan tidak dapat dilihat secara kasat mata dan tingkat akumulasinya bisa berbeda pada setiap bagian tubuh, seperti cangkang, daging, maupun jeroan.
Karena itu, pengolahan menjadi pupuk cair dinilai sebagai salah satu solusi pemanfaatan ikan yang telah terkontaminasi berat. Namun, Prof. Mala menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Bogor, telah mulai menjajaki potensi pemanfaatan ikan sapu-sapu tersebut melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami juga sudah dihubungi Sekda Bogor untuk bersama-sama mengeksplorasi pemanfaatan yang tepat. Salah satunya memang mendorong penggunaan sebagai pupuk,” ungkapnya.
Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai ahli, mulai dari konservasi, perikanan, hingga pemanfaatan produk, guna menghasilkan teknologi tepat guna yang dapat diterapkan masyarakat.
Upaya ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah populasi ikan sapu-sapu, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan yang lebih produktif. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Era Digital Bikin Manusia Makin Pendiam, Lebih Irit BerbicaraBERITA TERPOPULER


















