Doa Buka Puasa Rajab Lengkap Arab Latin dan Jadwal Puasa 1447 H

Ilustrasi Buka Puasa Ramadhan. (foto:shutterstock/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Menjalankan ibadah puasa sunnah di bulan Rajab diawali dengan sahur dan diakhiri dengan berbuka saat waktu Maghrib tiba. Umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka dan membaca doa agar ibadah puasa semakin berkah, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.
Di Indonesia, doa berbuka puasa yang paling populer adalah “Allahumma laka shumtu”, yang telah dikenal sejak lama dan sering disiarkan di berbagai media. Selain doa tersebut, terdapat pula doa lain yang dianjurkan untuk dibaca setelah membatalkan puasa, termasuk saat puasa Rajab.
Doa Buka Puasa Rajab (Arab, Latin, dan Artinya)
Dikutip dari buku Ilmu Tauhid Menurut Dr. Zakir Naik dan Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki, berikut doa berbuka puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW:
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh-zhama’u wabtallatil ‘urūqu wa tsabatal-ajru insyā Allāh.
Artinya:
“Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Doa ini dibaca setelah berbuka, bukan sebelum. Saat membatalkan puasa, dianjurkan membaca bismillah, kemudian minum air atau makan kurma satu hingga tiga butir, lalu membaca doa tersebut.
Doa Buka Puasa “Allahumma Laka Shumtu”
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
Latin:
Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alaika tawakkaltu.
Artinya:
“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku bertawakal.”
Hukum Membaca Doa Buka Puasa
Dilansir dari NU Online, lafal doa “Allahumma laka shumtu” disebutkan dalam beberapa riwayat hadis. Sebagian ulama menyatakan sanadnya lemah, sementara sebagian lainnya membolehkan penggunaannya dalam doa, karena tidak berkaitan langsung dengan pokok akidah dan tauhid. Wallahu a‘lam bisshawab.
Puasa Rajab 1447 Hijriah / 2025–2026 M
Berdasarkan kalender Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan malam 1 Rajab dimulai sejak Maghrib, Sabtu (20/12/2025). Penetapan ini masih menunggu hasil rukyatul hilal.
Jenis Puasa Sunnah di Bulan Rajab
Puasa Sunnah Mutlak (Awal Rajab)
Dapat dilakukan sejak awal bulan Rajab, sekitar 21–31 Desember 2025.
Puasa Ayyamul Bidh (13–15 Rajab)
13 Rajab: Jumat, 2 Januari 2026
14 Rajab: Sabtu, 3 Januari 2026
15 Rajab: Ahad, 4 Januari 2026
Puasa Senin–Kamis
Dapat digabung dengan niat puasa Rajab, antara lain pada:
22, 25, 29 Desember 2025 serta 1, 5, 8, 12, 15, dan 19 Januari 2026.
Puasa Daud
Puasa selang-seling sehari puasa dan sehari tidak, tetap dapat dilakukan selama bulan Rajab.
Niat Puasa Rajab
Niat malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Niat siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Keutamaan Bulan Rajab
Termasuk bulan haram yang dimuliakan Allah SWT
Waktu terjadinya peristiwa Isra Mikraj (27 Rajab)
Momentum memperbanyak puasa, zikir, doa, dan istigfar
Doa yang dianjurkan dibaca:
Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna wa ballighnā Ramadhāna. (hm16)



















