Belajar di Alam Terbuka, Murid SDN 068008 Medan Diedukasi Kelola Uang Sejak Dini

Murid kelas 4 UPT SDN 068008 Medan melakukan kegiatan outing class ke Dusun Kreatif Indonesia. (Foto: Dokumentasi UPT SDN 068008 Medan)
Medan, MISTAR.ID
Murid kelas 4 UPT SDN 068008 Medan mengikuti kegiatan outing class di Dusun Kreatif Indonesia untuk belajar langsung di alam terbuka, sekaligus mendapatkan edukasi pengelolaan uang sejak dini melalui pengalaman nyata.
Mengusung tema “Menjadi Anak Bijak di Alam dan Budaya Lokal”, kegiatan yang dilakukan pada Sabtu (24/1/2026) dirancang untuk menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata di lingkungan alam dan budaya Sumatera Utara.
Kepala UPT SDN 068008 Medan, Tukiman, mengatakan kegiatan outing class menjadi bagian dari pembelajaran bermakna karena memberi pengalaman langsung kepada murid.
Menurutnya, murid tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga melihat dan merasakan langsung keterkaitan antara alam, budaya, dan kehidupan masyarakat. “Seperti itulah pembelajaran yang sesungguhnya,” katanya, Minggu (25/1/2026).
Wali kelas yang terlibat langsung, Mahniar Sinaga dan Nur Hamidah Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah direncanakan sejak jauh hari.
“Kami ingin murid memahami bahwa untuk mewujudkan keinginan belajar di alam, mereka perlu merencanakan dan mengelola uang dengan bijak,” tutur Mahniar.
“Selain itu, anak-anak juga dapat melihat secara langsung relevansi materi pembelajaran di kelas dengan kehidupan sehari-hari,” ucap Nur Hamidah menambahkan.
Nur menjelaskan, pembelajaran kontekstual tersebut diawali dengan menyanyikan lagu anak-anak Indonesia dan permainan pembuka yang membangun kebersamaan, rasa percaya diri, serta semangat gotong royong antarmurid dan guru. Suasana alam terbuka yang hijau dan sejuk menjadi ruang belajar yang memberi pengalaman berbeda bagi murid.
Saat menelusuri sungai, murid belajar mengenali bentang alam perairan sesuai capaian pembelajaran kelas 4. “Mereka mengamati beragam tumbuhan di sepanjang aliran sungai dan memahami perannya dalam memperkuat struktur tanah, mencegah erosi, serta menjaga kualitas udara,” katanya.
Dari pengamatan langsung itu, murid memahami keterkaitan antara tumbuhan, udara, dan kelestarian lingkungan. Pembelajaran berlanjut di kolam ikan. Saat menangkap ikan, murid dikenalkan pada konsep dataran rendah yang sesuai untuk kegiatan budidaya.
Murid memahami bahwa kolam ikan membutuhkan lahan yang relatif datar, dekat sumber air, serta mudah dialiri udara. Dari sini, siswa belajar hubungan antara bentang alam dengan profesi masyarakat, seperti petani ikan, serta cara manusia memanfaatkan alam secara berkelanjutan.
Perbedaan kondisi alam juga dirasakan murid saat beraktivitas di dataran yang lebih tinggi. Area tersebut dimanfaatkan untuk permainan tradisional dan kegiatan kelompok karena lebih kering, aman, dan luas.
“Pengalaman ini membantu murid mengklasifikasikan ragam bentang alam sekaligus memahami fungsi dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Mahniar menambahkan bahwa selain alam, murid juga dikenalkan pada budaya lokal melalui permainan tradisional dan kegiatan memasak makanan khas daerah.
Hal ini bertujuan mengajarkan kepada siswa bahwa budaya tumbuh dari kebiasaan masyarakat yang tidak terlepas dari kondisi alam sekitarnya. Kegiatan outing class ini turut terintegrasi dengan pembelajaran literasi finansial.
“Sebelum berangkat, mereka telah menabung secara rutin sebagai bentuk persiapan. Proses ini menjadi pembelajaran nyata tentang nilai dan fungsi uang serta cara mengelolanya secara bijak untuk mencapai tujuan,” ucap Mahniar.
“Kami berharap, outing class ini dapat menambah pengenalan siswa tentang alam dan budaya lokal, serta menumbuhkan sikap bijak, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan sejak dini,” tutur Mahniar. (hm25)
BERITA TERPOPULER























