Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Meriah! 18 Tim Kreasi dan 360 Pelajar Ramaikan Perayaan Hari Ulos Nasional di Samosir

Mistar.idJumat, 24 Oktober 2025 pukul 16.10 WIB
meriah_18_tim_kreasi_dan_360_pelajar_ramaikan_perayaan_hari_ulos_nasional_di_samosir

Perayaan Hari Ulos Nasional di kawasan Water Front City Pangururan, Samosir. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Suasana penuh warna dan semangat budaya memenuhi kawasan Water Front City Pangururan, Jumat (24/10/2025), saat digelar Perayaan Hari Ulos Nasional 2025 dengan tema “Merayakan Warisan, Menyatukan Generasi.”

Acara yang diinisiasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Batak, khususnya melalui seni tari, musik, dan kreasi ulos.

Kegiatan ini menghadirkan 18 tim kreasi dari tingkat SD dan SMP antar-kecamatan se-Kabupaten Samosir, dengan total 360 peserta. Para pelajar menampilkan ragam tarian dan musik tradisional yang dikemas secara kreatif dan modern.

Ketua Panitia, Eybarda Simbolon, menjelaskan bahwa ajang ini tidak hanya memperingati Hari Ulos Nasional, tetapi juga menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap kebudayaan Batak.

“Ada sembilan tim dari tingkat SMP dan sembilan dari tingkat SD, masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang. Total peserta mencapai 360 siswa. Antusiasme mereka luar biasa,” ujar Eybarda.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat pelestarian budaya masih sangat hidup di kalangan pelajar.

“Melalui musik dan tari kreasi, anak-anak belajar mengenal ulos, gondang, dan filosofi budaya Batak secara mendalam,” katanya menambahkan.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat para peserta dan penyelenggara.

“Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap budaya Batak agar mereka tidak tercerabut dari akar leluhur,” ujarnya dalam sambutan.

Menurutnya, pelestarian budaya perlu dilakukan dengan cara kreatif dan melibatkan generasi muda agar nilai-nilai tradisi tetap hidup di tengah modernisasi.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Samosir, Ronal Sinaga, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara para kepala sekolah melalui forum MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) dan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah).

“Seharusnya acara ini digelar 17 Oktober seperti tahun-tahun sebelumnya, namun karena padatnya agenda kegiatan, pelaksanaannya diundur menjadi hari ini,” ucap Ronal.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi dunia pendidikan ini adalah bentuk nyata komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan kembali budaya Batak di lingkungan sekolah.

“Kami ingin anak-anak Samosir tidak hanya cerdas akademik, tapi juga bangga terhadap budayanya sendiri. Pendidikan harus menanamkan nilai budaya dan karakter bangsa,” tuturnya lebih lanjut.

Suasana semakin meriah saat para peserta menampilkan harmoni musik gondang, gerak tari kreasi, dan keindahan ulos yang menghiasi panggung yang berdiri megah di atas Danau Toba. Sorak sorai penonton menambah semarak perayaan yang sarat makna ini.

Perayaan Hari Ulos Nasional 2025 di Samosir menjadi bukti nyata bahwa kabupaten ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat kebudayaan Batak yang hidup dan terus berkembang. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN