Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Sinergi Pegiat dan Pengembang Web Majukan Digitalisasi Aksara Batak di Era Modern

Mistar.idJumat, 24 Oktober 2025 06.30
JS
SH
sinergi_pegiat_dan_pengembang_web_majukan_digitalisasi_aksara_batak_di_era_modern

Tampilan situs tondibatak.id milik Akram. (foto:susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Upaya pelestarian aksara Batak kini semakin berkembang ke arah digital. Salah satu pegiatnya, Vitus Polikarpus Surung Simanullang, aktif melakukan digitalisasi aksara Batak Toba melalui berbagai platform daring, termasuk Blogger.

Menurut Vitus, memperbanyak situs yang menampilkan aksara Batak merupakan langkah praktis untuk memperkuat eksistensi tulisan kuno tersebut di dunia digital.

“Saya senang jika ada yang mau menyajikan aksara Batak di web dan hosting berbayar. Itu cara praktis mendukung digitalisasi aksara Batak,” ujar Vitus kepada Mistar, Kamis (23/10/2025).

Ia kerap membantu pengelola situs yang memuat konten aksara Batak, termasuk Tondibatak.id, yang menurutnya cukup baik untuk referensi bahan ajar, meski masih perlu perbaikan. Vitus bahkan menghubungkan pemilik situs itu dengan guru aksara Batak di Tapanuli Utara agar kontennya lebih akurat.

Vitus menjelaskan bahwa kendala utama digitalisasi aksara Batak adalah ketersediaan font standar dan inkonsistensi tampilan antarperangkat.

“Saya memilih Noto Sans Batak dari Google karena sudah terintegrasi di Blogger, tetapi masih ada kelemahan dalam ligature,” ungkapnya.

Usulan perbaikannya telah diterima Google, dan kini Noto Sans Batak versi 2.004 sudah berfungsi baik di Blogger. Namun, pengembangan lebih lanjut masih terbatas karena kurangnya kolaborator dari puak Batak lainnya.

Sementara itu, Muh. Akram, pengembang situs Tondibatak.id, mengaku bangga mendapat perhatian dari pegiat budaya seperti Vitus.

“Ada rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar agar situs ini bermanfaat dan akurat,” ujarnya.

Akram berkomitmen untuk terus memperbarui situsnya dengan fitur interaktif dan kolaborasi bersama komunitas aksara Batak. Ia percaya bahwa pelestarian aksara Batak adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya individu.

Sebagai informasi, situs Tondibatak.id milik Akram, pemuda asal Sulawesi, berhasil meraih juara pertama dalam lomba website aksara Batak yang digelar di Universitas Sumatera Utara (USU). (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN