6.2 C
New York
Tuesday, January 31, 2023

Dua Film Indonesia Raih Penghargaan di Singapore International Film Festival 2022

Jakarta, MISTAR.ID

Dua film Indonesia meraih penghargaan di Singapore International Film Festival 2022. Kedua film yang meraih penghargaan adalah Autobiography dan Vania on Lima Street.

Autobiography karya sutradara Makbul Mubarak mendapatkan penghargaan Silver Screen Awards sebagai Film Panjang Terbaik (Best Feature Film). Sementara, Vania on Lima Street yang disutradarai Bayu Prihantoro Filemon membawa pulang penghargaan Silver Screen Awards sebagai Film Pendek Terbaik (Best Short Film).

Sutradara Autobiograpgy, Makbul mengaku sangat tersentuh melihat sambutan yang hangat dari para penonton dan juga juri JAFF serta Singapore International Film Festival.

Baca juga: Penonton Film Indonesia Torehkan Sejarah Baru

“Ini membuktikan bahwa di samping ada kebutuhan akan cerita-cerita yang baik, komunitas kita di Asia Tenggara juga dihubungkan oleh estetika yang meskipun terkenal beragam, tapi memiliki suatu benang merah,” ucap Makbul. “Sinema bisa melampaui perbedaan bahasa, tradisi, dan negara-bangsa sebab bahasa sinema selalu bertutur lewat bahasa kemanusiaan,” lanjut Makbul.

Sutradara Vania on Lima Street, Bayu juga terharu dan sangat bangga karena film garapannya mampu menyentuh penonton dan juri Singapore International Film Festival. Bayu mengatakan, pencapaiannya ini sebagai bukti bahwa film Indonesia mampu disejajarkan dengan film-film dari negara lain meski mengangkat cerita yang sangat lokal dan sederhana.

“Kesederhanaan ternyata tidak menghalangi sebuah film untuk menjadi film yang penting dan berkualitas, sehingga memiliki dampak yang lebih luas hingga ke penonton internasional,” kata Bayu.

“Semoga ini bisa menjadi energi baik bagi sineas-sineas Indonesia untuk terus membuat film,” tutur Bayu. Autobiography mengisahkan relasi antara seorang pengurus rumah bernama Rakib dengan Purna, pemilik rumah yang merupakan purnawirawan jenderal dan kembali ke kampung halamannya untuk mencalonkan diri sebagai bupati.

Suatu hari, salah satu baliho kampanye Purna dirusak seseorang. Rakib berinisiatif menemukan pelakunya. Hal ini justru memicu peristiwa-peristiwa kekerasan lain yang ternyata tidak bisa ia dikendalikan.

Baca juga: Di Film Qodrat, Vino Bastian Perkenalkan Sosok Jagoan Indonesia Baru

Sementara itu, film Vania on Lima Street mengisahkan tentang Vania (7) yang secara secara diam-diam menyelamatkan seorang pencuri sepeda motor dari kejaran massa dengan cara menyembunyikannya di dalam toko obat milik neneknya.

Film ini mengambil latar tahun 2022 dan disyuting di Yogyakarta. Dalam catatan dewan juri, Vania on Lima Street dipilih menjadi film pendek terbaik karena film ini mampu membicarakan bagian penting dari sejarah kelam suatu negara dengan cara yang kuat namun halus.

Tahun ini adalah penyelenggaraan ke-33 Singapore International Film Festival. Singapore International Film Festival menayangkan lebih dari 100 film dari 50 negara di seluruh Asia selama 11 hari penyelenggaraannya, 24 November–4 Desember 2022.

Autobiography dan Vania on Lima Street akan ditayangkan ulang untuk publik di Singapura pada 10 Desember 2022 dalam program Encore Screenings. Program Encore Screenings memutar kembali film-film yang memperoleh penghargaan Film Terbaik dan Film Favorit Pilihan Penonton pada penyelenggaraan festival tahun ini. (kompas/hm09)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,690FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles