-5.7 C
New York
Saturday, February 4, 2023

Ternyata, Tidak Semua Buah dan Sayuran Harus Dikupas

Jakarta, MISTAR.ID
WHO menganjurkan makan buah dan sayur sebanyak 400 gram sehari. Sayangnya jumlah ini juga sulit dicapai.

Oleh karena itu, banyak anjuran untuk menambahkan kulit buah dan sayur sebagai bagian dalam kontribusi untuk mencapai target buah dan sayur harian.

Namun, kebiasaan banyak orang saat menyiapkan buah dan sayuran adalah mengupasnya. Tapi seringkali, itu tidak perlu. Ada nutrisi penting dalam kulitnya.
Terlebih lagi, kulit buah dan sayuran yang dibuang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Buah dan sayuran adalah sumber makanan yang kaya vitamin, mineral, serat dan banyak fitokimia (bahan kimia tanaman), seperti antioksidan (zat yang melindungi sel dari bahaya). Bahkan WHO mencatat, 3,9 juta kematian di dunia disebabkan kurangnya asupan sayur dan buah.

Baca Juga:Konsumsi Buah, Dokter Gizi Sarankan Minimal Tiga Porsi Sehari

Sejumlah buah dan sayur yang kaya nutrisi dan dianjurkan untuk tidak membuang kulitnya antara lain, buah bit, sawi, wortel liar, ubi jalar, lobak, dan jahe, serta kentang.

Ditambah lagi, Departemen Pertanian AS menunjukkan bahwa apel yang tidak dikupas mengandung 15% lebih banyak vitamin C, 267% lebih banyak vitamin K, 20% lebih banyak kalsium, 19% lebih banyak potasium, dan 85% lebih banyak serat daripada yang dikupas.

Selain itu, banyak kulit yang kaya akan fitokimia yang aktif secara biologis, seperti flavonoid dan polifenol, yang memiliki sifat antioksidan dan antimikroba.

Baca Juga:Wajib Nyetok di Rumah, Ini Buah yang Bisa Menurunkan Kolesterol Jahat

Saat ini, ada juga alasan lain untuk tidak membuang kulit buah dan sayur adalah pengaruhnya terhadap lingkungan.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB , makanan yang tidak dimakan, termasuk kulitnya, menghasilkan 8%-10% emisi gas rumah kaca dunia.

Makanan yang membusuk di tempat pembuangan sampah melepaskan metana, gas rumah kaca paling kuat.

Selandia Baru saja melaporkan pemborosan tahunan sebesar 13.658 ton kulit sayuran dan 986 ton kulit buah, padahal Selandia Baru merupakan negara dengan populasi hanya 5,1 juta orang.

Baca Juga:Wagubsu: 10 Ribu Pohon Ditanam di Togaraja, Samosir Bakal Punya Wisata Buah

Mengingat kandungan nutrisi kulit dan kontribusinya terhadap sisa makanan, mengapa orang tetap mengupas buah dan sayuran?

Beberapa harus dikupas karena bagian luarnya tidak bisa dimakan, rasanya tidak enak, sulit dibersihkan atau membahayakan, seperti pisang, jeruk, melon, nanas, mangga, alpukat, bawang merah dan bawang putih.

Juga, mengupas mungkin merupakan bagian penting dari resep, misalnya, saat membuat kentang tumbuk. Tetapi banyak kulit, seperti kentang, bit, wortel, buah kiwi, dan mentimun, dapat dimakan, namun orang tetap mengupasnya.(cnbc/hm10)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
3,695FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles