17.5 C
New York
Monday, April 29, 2024

Kurikulum Merdeka Pengaruhi Penurunan Jumlah Siswa Lulus SNBP 2024

Jakarta, MISTAR.ID

Sejumlah kepala sekolah menyesal menerapkan Kurikulum Merdeka yang dinilai mempengaruhi penerimaan siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menemukan penurunan kelulusan jumlah siswa di sekolah-sekolah penggerak yang menerapkan Kurikulum Merdeka sejak 2021.

Hal ini diduga akibat tidak sinkronnya antara sistem seleksi dan kurikulum yang diterapkan.

“Sampai ada teman saya sesama kepala sekolah dari Manado itu menyesal mengambil Kurikulum Merdeka,” ujar Kepala SMA Global Mandiri Jawa Barat, Jupri, dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia dikutip Senin (22/4/24).

Jupri mengungkapkan pembicaraan itu terjadi di dalam grup WhatsApp sesama kepala sekolah penggerak. Dia menyebut tak cuma satu kepala sekolah yang merasa menyesal. “Teman-teman lain juga menyambut, sebagian itu menyesal mengambil Kurikulum Merdeka untuk kelas 12-nya,” ungkapnya.

Baca Juga : Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Jalur SNBP Ditutup 28 Februari 2023

Sebelumnya, P2G menemukan terdapat penurunan kelulusan siswa Kurikulum Merdeka pada 2024. P2G menduga penurunan ini lantaran tidak sinkronnya sistem seleksi dan kurikulum.

Berdasarkan hasil data angket yang dijaring P2G secara online terhadap SMA yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka sejak 2021, ada 38 sekolah mengalami penurunan drastis dalam penerimaan PTN jalur SNBP. Jumlah itu mewakili 10 persen dari 381`sekolah penggerak angkatan pertama yang menerapkan Kurikulum Merdeka. (mci/hm24)

Related Articles

Latest Articles