29.9 C
New York
Monday, July 15, 2024

Astronom Bimbang dengan Temuan Galaksi Nube, Cek Pemicunya

Jakarta, MISTAR.ID

Para astronom bimbang terhadap penemuan galaksi baru dan unik yang diberikan nama Nube.

Penemuan itu dikendalikan oleh Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC), bermitra dengan Universitas La Laguna (ULL) dan sejumlah institusi lainnya. Diketahui jika Nube mempunyai karakteristik yang tidak sama.

Dirangkum dari Earth, pada Senin (5/2/24), tata surya ini 10 kali lebih redup dan luas dibandingkan yang lainnya dengan volume bintang yang sepadan. Hanya bentuknya lebih kecil dari Bima Sakti dan massa dimilikinya menyerupai seperti Awan Magellan Kecil.

Baca juga:Ratusan Bintang Dimuntahkan oleh Galaksi dengan Wajah Monster

Nube dikatakan sudah menentang peraturan umum yang berlaku untuk galaksi kebanyakan. Dia mempunyai kepadatan bintang lebih tinggi di daerah dalamnya.

“Kepadatan bintang sangat sedikit bervariasi di semua objek, itu lah pemicunya objek dimaksud sangat redup, dan kami belum bisa mengamatinya dengan baik sampai menerima gambar ultra-dalam dari Gran Telescopio Canarias (GTC)” ucap Mireia Montes sebagai penulis di penelitian ini.

Karakteristik ekstrem itu yang menyebabkan para ahli perbintangan bingung. Montes mengaku, tak mengetahui bagaimana cara galaksi itu dapat tercipta, mengingat sifatnya yang tidak biasa.

Penelitian Nube berpeluang merevolusi pengetahuan orang-orang soal jagat raya. Penulis kedua di studi itu, Ignacio Trujillo, berspekulasi dari keunikan yang dipunyai Nube.

Baca juga:Kali Perdana Ilmuwan Menemukan Galaksi Aneh, Hanya Materi Gelap dan Nir Bintang

Menurutnya, galaksi itu menampilkan partikel materi gelap mempunyai massa yang sangat kecil. Itu bisa menyelaraskan dunia fisika kuantum dengan fenomena kosmik.

Sebetulnya penemuan ini terjadi tak disengaja. Kala itu Trujillo tengah menelaah gambar dari Sloan Digital Sky Survey. Trujillo melihat titik samar nan menarik, dan ternyata sebuah objek yang menyebar.

Singkatnya, penemuan Nube sebagai babak baru dalam dunia astronomi. Ini menimbang keberadaannya memberikan kans besar untuk menambah pemahaman terkait antariksa. (dtk/hm16)

Related Articles

Latest Articles