Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
WISATA

Wisatawan di Beijing Buru Ratusan Ulat Agar Dapat Hadiah

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB
wisatawan_di_beijing_buru_ratusan_ulat_agar_dapat_hadiah

Beijing Wildlife Park. (Foto: Beijing)

news_banner

Beijing, MISTAR.ID – Beijing Wildlife Park, China, menggelar kegiatan tak biasa bagi pengunjungnya. Wisatawan diajak berburu larva fall webworm atau ulat ngengat di kawasan taman satwa seluas sekitar 223 hektare.

Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (28/9/2026) itu dikemas dalam bentuk kompetisi. Peserta berlomba mengumpulkan larva sebanyak mungkin, dengan hasil tangkapan kemudian ditimbang untuk menentukan peringkat.

Dilansir CNA, Jumat (9/10/2026), pihak taman menyediakan sumpit, sarung tangan, dan wadah plastik bagi peserta. Setelah mendapatkan peralatan, mereka menyebar ke area rerumputan dan sekitar pepohonan untuk mencari larva fall webworm.

Peserta dengan hasil tangkapan terberat berkesempatan memperoleh hadiah hingga 10 tiket masuk Beijing Wildlife Park.

Sejak kompetisi dimulai, sekitar 2.077 orang telah ambil bagian. Lebih dari 310.000 ulat dengan berat total 47,65 kilogram berhasil dikumpulkan.

Fall webworm merupakan larva ngengat dengan nama ilmiah Hyphantria cunea. Berdasarkan keterangan National Forestry and Grassland Administration China, hama yang berasal dari Amerika Utara tersebut dapat menyerang berbagai tanaman, mulai dari pohon berdaun lebar, semak, bunga, sayuran hingga tanaman pertanian.

Seorang peserta berusia 35 tahun bermarga Cui mengatakan dirinya menyadari keberadaan larva tersebut dalam jumlah banyak di sekitar mereka, dikutip Reuters.

Menurut Yang Zhongqi, Kepala Ilmuwan Chinese Academy of Forestry, fall webworm dapat berkembang hingga tiga generasi dalam setahun. Setiap generasi melalui empat tahap, yakni telur, larva, pupa, dan ngengat dewasa.

Saat ini, Beijing sedang menghadapi puncak kerusakan yang disebabkan larva generasi ketiga. Keberadaan hama tersebut berpotensi merusak lanskap hijau perkotaan dan menghambat pertumbuhan pohon.

Pengendalian Dimulai dari Generasi Pertama

Pengendalian fall webworm dinilai paling efektif dilakukan sejak generasi pertama. Pada tahap tersebut, sarang larva masih berada di posisi rendah sehingga lebih mudah ditangani secara manual maupun menggunakan pestisida.

Penekanan populasi pada generasi pertama dapat membantu mengurangi tekanan hama pada generasi berikutnya. Sejumlah metode dapat digunakan, antara lain pemantauan, pemangkasan sarang larva, pemasangan perangkap, penggunaan pestisida, serta pemanfaatan musuh alami.

Salah satu musuh alami fall webworm adalah tawon parasitoid Chouioia cunea. Tawon tersebut dapat menemukan larva dewasa dan pupa yang bersembunyi, kemudian meletakkan telurnya pada kepompong.

Larva tawon selanjutnya mengambil nutrisi dari pupa sehingga proses metamorfosis menjadi ngengat dewasa gagal. Metode pengendalian biologis tersebut disebut aman bagi manusia maupun hewan ternak.

Pemanfaatan Chouioia cunea juga telah dilakukan di Beijing. Sepanjang 2026, hampir 700 juta ekor tawon parasitoid tersebut telah dilepaskan di wilayah Beijing. (Cna)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN