Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Yayasan Vihara Maitri Medan Salurkan Baksos untuk Warga Binaan Tuna Laras di Berastagi

Mistar.idMinggu, 15 Maret 2026 15.58
AN
AH
yayasan_vihara_maitri_medan_salurkan_baksos_untuk_warga_binaan_tuna_laras_di_berastagi

Perwakilan Yayasan Vihara Maitri Medan bersama Tri Amal Group Sinar Dharma Mahamayuri Vidyarajni Indonesia bersama Kepala UPT Pelayanan Sosial Tuna Susila dan Tuna Laras Berastagi, Susi Findiowaty, serta warga binaan usai penyaluran bantuan. (Foto: Abay/Mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID

Yayasan Vihara Maitri Medan yang tergabung dalam Tri Amal Group Sinar Dharma Mahamayuri Vidyarajni Indonesia menyalurkan bantuan sosial kepada warga binaan di UPT Pelayanan Sosial Tuna Susila dan Tuna Laras (Pajoreken) Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan.

Dalam kegiatan itu, bantuan disalurkan kepada 164 warga binaan tuna laras yang berada di panti tersebut. Bantuan yang diberikan berupa alas tempat tidur, bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng, serta minuman dan roti.

Perwakilan Tri Amal Group, Jackson dan Karin Tarigan, menyampaikan bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan menambah kebahagiaan bagi para warga binaan.

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat berguna dan menambah sukacita bagi teman-teman di sini. Kami juga berharap dapat kembali berkunjung dan memberikan bantuan lainnya di kesempatan mendatang,” ujar Jackson.

Kepala UPT Pelayanan Sosial Tuna Susila dan Tuna Laras Berastagi, Susi Findiowaty, mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Yayasan Vihara Maitri Medan bersama Tri Amal Group. Ia mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan untuk ketiga kalinya di panti sosial tersebut.

Menurutnya, bantuan dari berbagai pihak sangat berarti bagi warga binaan yang ada di panti tersebut.

“Bantuan dari para donatur sangat bermanfaat bagi warga binaan. Meski kami berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Susi juga mengungkapkan sekitar 80 persen warga binaan di Pajoreken tidak memiliki kejelasan asal-usul keluarga, sementara sebagian lainnya sudah tidak lagi mendapatkan perhatian dari keluarganya.

“Di sini mereka sudah menjadi bagian dari keluarga kami,” ujarnya.

Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan antara para relawan, pengelola panti, serta warga binaan. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN